Pembuatan Bedeng Tahap pertama dalam penanaman mangrove yaitu pembuatan bedeng. Lokasi pembuatan bedeng, dipilih yang berdekatan dengan lokasi penanaman mangrove. Hal ini, bertujuan untuk mempermudah distribusi bibit mangrove pada saat penanaman. Selain itu, harus diperhatikan juga tentang kondisi lingkungan, seperti tipe pasang surut di lokasi bedeng. Informasi mengenai kondisi pasang surut yang tepat sangat dibutuhkan untuk menjaga sirkulasi air dan mengenali pola penggenangan di bedeng. Mengingat pembangunan bedeng sangat tergantung dengan pasang surut, maka suatu lokasi yang tidak memiliki pola sirkulasi pasang surut yang baik, sudah seharusnya tidak dipilih sebagai lokasi peletakan bedeng.
Perlakuan BenihSetelah diambil dari sumbernya, buah mangrove kemudian diletakkan di tempat yang terlindung. Buah mangrove bisa diletakkan sementara di bedeng atau di pohon indukannya. Bibit mangrove kemudian diberikan perlakuan sedemikian rupa sehingga pada saat disemaikan bisa mencapai ketahanan hidup yang maksimal. Secara sederhana, buah mangrove yang ditemukan di lapangan biasanya terdiri dari dua tipe, yaitu tipe propagul dan tipe buah bulat. Tipe propagul berbentuk bulat – lonjong – memanjang dan tipe buah bulat berbentuk bulat dengan variasi bulat lancip seperti pada jenis Avicennia spp dan bulat penuh yang terdepat pada Sonnerita spp. Kedua tipe benih mangrove ini mendapatkan perlakuan yang sama setelah dipetik dari lapangan, yaitu direndam kurang lebih dua hari atau menyesuaikan dengan jarak waktu antara pembibitan dan penanaman, sebelum kemudian disemaikan di bedeng. Setelah diisi lumpur, lipat bagian atas polybag ke bagian luar dengan tujuan pada saat surut dan cuaca kering, Kristal –kristal garam air laut tidak terjebak di dalam polybag yang bisa menghambat pertumbuhan benih Selanjutnya, tanam benih mangrove yang telah dipilih dan berkondisi baik ke dalam sedimen dengan kedalaman yang cukup.Setelah itu, masukkan satu per satu polybag yang sudah terisi dengan benih – benih mangrove tersebut ke dalam bedeng. Sebaiknya diusahakan agar satu buah bedeng bisa digunakan untuk satu jenis mangrove saja, agar mempermudah distribusi pada saat pengambilannya di tahap penanaman mangrove.
Pembibitan
Selanjutnya, lumpur yang digunakan pada tahap pembibitan ini, sebaiknyadiambil dari sekitar lokasi penanaman. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan ketahananhidup benih sewaktu pembibitan. Bedeng persemaian yang dipergunakan bisa disesuaikan dengan tiga buah jenisbedeng yang ada diatas.Tahap pembibitan dilakukan setelah tahap perlakuan bibit selesai. Pembibitan dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1. Ambil polybag, lalu isi dengan lumpur yang ada disekitar bedeng.
2. Isi poly bag dengan sedimen, tetapi jangan terlalu penuh melainkan 3/4 dari isi poly bag
3. Setelah diisi lumpur, lipat bagian atas polybag ke bagian luar dengan tujuan pada saat surut dan cuaca kering, kristal - kristal garam air laut tidak terjebak di dalam polybag yang bisa menghambat pertumbuhan benih mangrove
4. Selanjutnya, tanam benih magrove yang telah dipilih dan berkondisi baek ke dalam sedimen dengan kedalaman yang cukup.
5. Jangan lupa untuk menanam benih Ceriops, Sonneratia dan Avicennia ke dalam polybag kecil dan benih Rhizopora dan Bruguiera kedalam polybag yang berukuran besar.
6. Setelah itu, masukkan satu per satu polybag yang sudah terisi dengan benih-benih mangrove tersebut ke dalam bedeng. Sebaeknya diusahakan agar satu buah bedeng bisa digunakan untuk satu jenis mangrove saja, agar mempermudah distribusi pada saat pengambilannya di tahap penaanaman mangrove
Di Indonesia ada sekitar 75 spesies mangrove. Beberapa jenisnya yang mudah ditemui adalah api-api (Avicennia), pedada (Sonneratia), bakau (Rhizophora) dan tanjang (Bruguiera). Berikut ini adalah langkah melaksanakan pembibitan.
Bagian buah atau propagul diambil dari mangrove yang berumur delapan hingga sepuluh tahun. Buah yang baik adalah buah yang bebas dari serangan hama. Ciri-ciri buah api-api yang digunakan, yaitu berwarna putih kekuningan dan kulit buah sedikit mengelupas. api-api (A. alba) berwarna coklat kekuningan. Buah prepat (Sonneratia alba) berwarna hijau tua dan pedada (S. caseolarist) berwarna kekuning-kuningan. Buah disimpan dalam ember berisi air agar terjaga kesegarannya selama 1-2 hari. Serta jauhkan dari terik sinar matahari.
Penanaman Buah
Sebelumnya disiapkan polybag berukuran 15 x 20 cm. Kemudian dimasukkan lumpur sebanyak 2/3 bagian polybag. Pada tiap polybag dimasukkan masing-masing satu benih (buah) mangrove. Lakukan perawatan hingga benih berumur 3-4 bulan.
Banyaknya tanaman mangrove yang mati pada tahap pembibitan baik yang
disebabkan oleh faktor alam seperti hama serangga.
Persentase ketidakberhasilan
pembibitan mangrove disebabkan oleh faktor alam seperti hama serangga sangat
besar. Hal tersebut disebabkan sulit pencegahan dan penanggulangannya. Karena
informasi data mengenai jenis hama serangga pada kawasan pembibitan sangat
dibutuhkan untuk menganalisa keberhasilan program pembibitan
SALAM LESTARI ... !!
Senin, 19 Juni 2023
PELAKSANAAN PEMBANGUNAN GULLY PLUG SEBAGAI UPAYA REHABILITASI LAHAN.
Gully plug adalah bangunan konservasi berupa susunan batu dalam kawat brojong yang terletak melintang alur anak sungai / parit untuk menahan endapan lumpur sehingga tebing parit akan lebih rendah atau tidak terlalu dalam segingga bahaya tanah longsor dapat dihindarkan. Untuk mengatasi erosi pada aliran sungai kecil, kegiatan pembangunan gully plug telah terealisasi atau sedang berjalan. Sedikitnya terdapat lima lokasi pembangunan gully plug yang sudah jadi dari rencana sekitar 39 titik yg direncanakan, saat ini yang sudah jadi pada aliran sungai kecil di Blok Dusun Sengon Desa Sambong Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan Lima titik dan lainnya tersebut memang masuk dalam kawasan yang rawan Sebab secara geografis merupakan wilayah perbukitan dengan lereng lebih curam. lima lokasi tersebut juga telah sudah mendapatkan survei oleh pihak terkait. Di antaranya dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Solo (BPDAS HL SOLO) dan Penyuluh Kehutanan. Gully plug dan juga berfungsi sebagai penghambat aliran air sehingga mengurangi erosi dan sedimentasi di bagian hilir. Pelaksana kegiatan adalah Kelompok Tani Hutan Jati Nom yang sudah mengajukan proposal yang lokasinya memenuhi syarat teknis pada kegiatan tersebut. Kegiatan ini di rencanakan rampung pada akhir Juli 2023.
Terjadinya erosi lahan yang disebut dengan erosi parit/jurang (gully erosion)
dapat menimbulkan kelongsoran dalam jumlah yang besar pada lahan dan tebing tebing sungai. Salah satu bangunan konservasi terhadap lahan yang dapat
mencegah dan mengendalikan erosi parit/ jurang (gully erosion) adalah bangunan
gully plug yang seharusnya mulai lebih banyak dibuat pada lahan-lahan yang
sering mengalami erosi, sehingga konservasi tanah dan air pada lahan bisa tetap
terjaga dan terpelihara. laju erosi sangat
dipengaruhi oleh perubahan tata guna lahan, kemiringan lereng, erosivitas hujan,
jenis tanah, dan manajemen penanaman serta konservasi lahannya. Sehingga
dampak dari erosi dapat terdeteksi dengan banyaknya laju sedimen (Sediment
Yield) yang terbawa dan terendapkan
SALAM LESTARI ...!
Senin, 29 Mei 2023
Konservasi Tanah dan Air dengan
Gully Plug
Salah satu kekayaan alam Indonesia adalah hutan yang membentang luas dengan aneka hasil di dalamnya. Hewan, tumbuhan, dan semua yang ada di dalamnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Sebagai kekayaan yang
dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat, maka selayaknya untuk
melindungi hutan dari berbagai ancaman mulai dari pembakaran, penggundulan, dan
longsor. Salah satu upaya untuk melindungi dari ancaman longsor adalah dengan
membuat Gully Plug
Gully plug adalah bangunan
konservasi berupa susunan batu dalam kawat brojong yang terletak melintang alur
anak sungai / parit untuk menahan endapan lumpur sehingga tebing parit akan
lebih rendah atau tidak terlalu dalam sehingga bahaya tanah longsor dapat
dihindarkan
Gully
Plug bisa disebut sebagai pengendali jurang. Keberadaan Gully Plug bisa
membantu untuk mencegah hutan dari ancaman longsor dan sebagainya. Jadi Gully
Plug ini tidak hanya untuk sungai, tetapi juga bisa digunakan untuk perlindungan
hutan.
Dengan kata lain Tujuan dibangunnya gully plug
yaitu untuk memperbaiki lahan yang rusak berupa jurang akibat gerusan air guna
mencegah terjadinya jurang yang semakin besar sehingga erosi dan proses
sedimentasi terkendali
Oleh
karena itu maka pembangunan Gully Plug tentu sangatlah penting untuk menjaga
agar kondisi lahan tetap terjaga. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
dalam membangun gully plug yaitu :
a)Lahan dengan kemiringan 30%
b)Daerah dikategorikan sebagai lahan kritis
c)Daerah tangkapan air minimum 10 hektare
d)Lebar kedalaman parit/jurang sebesar 3x3 meter
e)Panjang parit/jurang sebesar 250 meter
f)Kemiringan parit/jurang sebesar 5%
Gully
Plug sendiri terdiri dari berbagai macam. Tergantung lokasi dan bahan yang
digunkana. Berikut beberapa tipe Gully Plug yang sering digunakan di
Indonesia.
Tipe Batu Bronjong Berikut adalah gambar
rencana Gully Plug, dengan ukuran Tinggi= 2 meter; Lebar = 5 meter
a. Tipe Batu (source:google)
b. Tipe batu
bronjong dengan sayap
c) Pasangan
batu spesi
d) Tipe Bambu
(bio gully plug)
Tipe Gully Plug di atas tentunya
juga berdasarkan kondisi tanah, tidak semua kondisi bisa menggunakan gully
plug. Pembangunan gully plug harus memenuhi persyaratan teknis seperti yang
tercantum pada Peraturan Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai
dan Hutan Lindung Nomor P.6/PDASHL/SET/KUM.1/8/2017 tentang Petunjuk Teknis
Bangunan Konservasi Tanah dan Air.
Persyaratan teknis lokasi gully plug
antara lain:
1. Kemiringan DTA > 35 % dan
terjadi erosi parit/alur;
2. Pengelolaan lahan sangat
intensif atau lahan terbuka;
3. Luas DTA 1 - 5 ha;
4. Kemiringan alur ≤10%;
5. Tingkat erosi dan sedimentasi
yang tinggi dan mampu menampung aliran permukaan yang besar; dan/atau
6. Merupakan lokasi penanganan
dampak bencana alam
Gully Plug merupakan salah satu
cara untuk melindungi hutan. Namun secara keseluruhan, Gully Plug memiliki
banyak manfaat. Berikut diatara manfaat dari Gully Plug.
a) Memperbaiki lahan yang rusak
akibat gerusan air sehingga terjadi jurang/parit
b) Mencegah bertambah luasnya
kerusakan lahan akibat terjadinya jurang/parit yang semakin lebar
c) Mengendalikan erosi dan lumpur,
endapan, serta air dari daerah atas sehingga dapat mengendalikan hilir dari
sedimentasi dan banjir
d) Memperbaiki kondisi tata air di
sekitarnya
Gully Plug sendiri sudah di atur
oleh pemerintah baik kriteria tanah, tipe, pemanfaatannya. Beberapa Peraturan
mulai dari Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sampai peraturan
Gubernur ada yang membahas.
Salam Lestari ...!
Sabtu, 15 April 2023
MENGENAL AGROFORESTRY
Agroforestry adalah teknik pertanaman yang memadukan tanaman kayu yang berumur panjang dengan tanaman pertanian (palawija), peternakan atau perikanan di dalam atau di luar kawasan hutan, yang secara bersamaan atau berurutan pada unit lahan yang sama, dengan memperhatikan kearifan lokal.
Agroforestry memberikan kontribusi yang sangat penting terhadap jasa lingkungan (environmental services) antara lain mempertahankan fungsi hutan dalam mendukung DAS (daerah aliran sungai), mengurangi konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, dan mempertahankan keanekaragaman hayati
Contoh sistem agroforestri adalah agrisilvikultur, silvopastura, agrosilvopastura. seperti tanaman lorong (alley cropping), tumpangsari (taungya) dan lain-lain.
di Jawa adalah praktek agroforestri pada sistem produksi pertanian. Sedangkan kelebihan dari agroforetry itu sendiri adalah menanam berbagai jenis pohon di antaranya atau di sekitar tanaman pangan yang telah lama terbukti lebih beragam, produktif dan menguntungkan. Keuntungan lain yaitu membantu melindungi lingkungan dengan mencegah erosi tanah dan mengurangi ketergantungan pada hutan
Agroforestry dapat mendukung program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim karena kemampuannya dalam menyerap karbon serta menciptakan iklim mikro yang kondusif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya, agroforestri merupakan teknologi budidaya tanaman dan sebagai bentuk mitigasi perubahan iklim. Sistem ini menurunkan intensitas cahaya dan suhu, meningkatkan oksigen, meningkatkan kelembapan, meningkatkan kesuburan tanah dan ketersediaan air, oleh peran pohon.
Dalam mewujudkan sasaran ini, agroforestri diharapkan lebih banyak
memanfaatkan tenaga ataupun sumber daya sendiri (internal)
dibandingkan sumber-sumber dari luar. Di samping itu agroforestri
diharapkan dapat meningkatkan daya dukung ekologi manusia,
khususnya di daerah pedesaan. Untuk daerah tropis, beberapa
masalah (ekonomi dan ekologi) berikut menjadi mandat agroforestri
dalam pemecahannya
Yuk sobat simak informasi seputar Agroforestry lainnya Salam Lestari ... !
Rabu, 29 Maret 2023
GERAKAN PENANAMAN SERENTAK DI DESA DALAM RANGKA HARI DESA ASRI NUSANTARA DAN HARI BAKTI RIMBAWAN
Sebagai upaya menjaga bumi dari pemanasan Global yang sudah menjadi ancaman nyata di depan mata, dan perlu di antisipasi bersama oleh karenanya kegiatan ini secara simbolis dilakukan dan terselenggaraAksi
penanaman pohon serentak pada Rabu 15 Maret 2023 terselenggara di Kecamatan
Pacitan, tepatnya di Desa Sedeng, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan. Giat
ini dalam rangka menyambut hari Bakti Rimbawan (16 Maret 2023) serta sebagai
realisasi surat Kementrian Pedesaan dan Kementerian Desa, Pembangunan, Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi, mengenai edaran untuk memperingati Hari Desa Asri
Nusantara 2023 yang menghimbau tiap Desa hingga unit terkecil KK untuk menanam
pohon serentak
Diawali
apel, kegiatan penanaman ini melibatkan seluruh pihak meliputi:
1. Camat & jajaran Forkopimca Kecamatan Pacitan 2. Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan 3. Kapolsek dan ibu Bhayangkara 4. Koordinator Penyuluh Kehutanan, Penyuluh
Pertanian, Penyuluh Perikanan dan Penyuluh KB 5. Kepala UPT Puskesmas, Kepala KUA Pacitan dan
Koordinator TK & SD 6. Komandan Kamladu 7. Danramil Pacitan 8. IPKINDO DPD Pacitan 9. Kepala Desa Sedeng 10. Forkopimdes dan Karang taruna Sedeng 11. Babinsa dan Babinkamtibmas 12. Saka Wanabakti Cabang Pacitan 13. Warga masyarakat
Desa
Sedeng sendiri merupakan daerah tangkapan air hujan. Dengan adanya penanaman
ini sekaligus dalam rangka sosialisasi kepada masyarakat untuk tanggap
pencegahan bencana melalui giat mengoptimalkan fungsi lahan khususnya lahan
tidur yang ada. Sasaran lokasi di lahan tanah desa seluas 3 ha ditanami lebih
dari 200 batang meliputi jenis Alpukat, Matoa, Pete, Beringin, Jambu mete dan
Nangka. Mensukseskan giat ini CDK Wilayah Pacitan juga menyalurkan persediaan
bibit menuju titik² pelaksanaan gerakan penanaman di lingkup kabupaten Pacitan.
Dengan demikian semakin luas yang tergerak ikut
serta dalam upaya pemeliharaan dan perlindungan hutan, terlaksana sarana
mengedukasi diri dan orang lain tentang pentingnya membangun, menjaga dan
melestarikan hutan dan kehutanan di Indonesia. Sejalan dengan tema Peringatan
Hari Bhakti Rimbawan ke-40 "𝘏𝘪𝘫𝘢𝘶𝘬𝘢𝘯𝘉𝘶𝘮𝘪𝘉𝘪𝘳𝘶𝘬𝘢𝘯𝘓𝘢𝘯𝘨𝘪𝘵"
Penyerahan bibit alpokat dari CDK Ke Kades Sedeng untuk acara Gerakan Penanaman
Bibit di angkut menuju lokasi
Aksi penanaman pohon serentak pada Rabu 15 Maret 2023 terselenggara tepatnya
di Desa Sedeng, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan
Bersama Penyuluh Kehutanan turut serta menanam
Penanaman di lakukan bersama anggota KTH Gamelina Indah Desa Sedeng
Potret Bersama, Penyuluh Kehutanan, CDK Wilayah Pacitan pada acara Gerakan Penanaman
Sabtu, 28 Januari 2023
FAKTA HUTAN MANGROVE DI JATIM TERLUAS DI PULAU JAWA
Upaya Pemprov Jawa Timur dan pegiat mangrove yang tak kenal lelah melakukanpenanaman mangrove di banyak titik di penjuru Jawa Timur membuahkan hasil membanggakan Berdasarkan Peta Mangrove Nasional Tahun 2021, Jawa Timur menempati urutan teratas sebagai provinsi dengan luas hutan mangrove terluas di Pulau Jawa. Total, Jatim memiliki luas hutan mangrove sebesar 27.221 Ha.
Dengan luasan tersebut, jika dipersentase, sebesar 48% dari hutan mangrove se-Jawa adalah hutan mangrove Jawa Timur. Dengan komposisi mangrove kerapatan lebat sebesar 47,26%, mangrove kerapatan sedang 46,08%, dan mangrove kerapatan jarang 6,66%.
Selain mangrove eksisting yang sudah ada, berdasarkan sumber data yang sama Jawa Timur juga memiliki potensi mangrove terluas se-Jawa dengan 51.557 Ha atau sekitar 35%.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bahwa keaktifan menanam mangrove sengaja dilakukan sebagai upaya nyata Pemprov Jatim bersama seluruh elemen di Jatim dalam rangka menurunkan emisi gas rumah kaca.
“Menanam mangrove adalah upaya kita bersama untuk mewujudkan Net Zero Emission di tahun 2060. Alhamdulillah dengan terus menanam di sangat banyak titik di kabupaten kota di Jatim, saat ini hutan mangrove Jatim merupakan yang terluas di Pulau Jawa,” tegas Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Kamis (19/1/2023)
Lebih lanjut Khofifah menjelaskan bahwa berdasarkan hasil studi para ilmuwan, sumber emisi di Indonesia terbesar berasal dari sektor kehutanan terkait perubahan fungsi hutan dan lahan. Selain itu juga sektor energi, pertanian, indutri dan penggunaan produk serta limbah.
Berdasrkan data BPS Tahun 2019 bahwa sektor kehutanan memberikan kontribusi emisi sebesar hampir 925 Juta ton CO2e. Sementara penggunaan energi sebesar 638,81 Juta ton CO2e, limbah 134,12 Juta ton CO2e, pertanian 108,60 Juta ton CO2e dan industri serta penggunaan produk sebesar 60,18 Juta ton CO2e
#salamlestari
#SegertanpoAC
#sedekahoksigen
Terus Dukung Upaya Pelestarian Mangrove, Net zero Emissions2060
Senin, 28 November 2022
KONSERVASISUMBERDAYAAIR
Konservasi sumber daya airadalah upaya memelihara keberadaan serta keberlanjutan keadaan,sifat,danfungsisumberdayaairagarsenantiasatersedia dalamkuantitasdan kualitasyangmemadaiuntukkebutuhanmakhlukhidup,baik padawaktusekarangmaupunyangakandatang.
Konservasi sumber daya air ini tidak hanya sebatas air yang ada dipermukaan tanahsaja,tetapijugayangadadibawahpermukaan tanah.Pengelolaansumber daya air yang pemanfaatannya dilakukan secara bijak perlu dilakukan untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkankualitaskeanekaragamandannilainya
Perlindungan dan pelestarian sumber air ditujukan untuk melindungi dan melestarikan sumber air beserta lingkungan keberadaannya terhadap kerusakan
atau gangguan yang disebabkan oleh alam, termasuk kekeringan dan yang disebabkanolehtindakanmanusia.
Metode pelestarian sumber daya air yang dapat dilakukan melalui pendekatan sosial,ekonomi,danbudaya,adalahsebagaiberikut:
1. Metode Vegetatif
Metode ini menggunakan tanaman, tumbuhan ataupun sisa tanaman sedemikian rupa sehingga dapat mengurangi laju erosi. Pelestarian dengan cara ini melalui:
a. Pengurangan daya rusak butiran air hujan yang jatuh,
karena intersepsi oleh daun atau tajuk tanaman.
b. Air permukaan dapat berkurang karena meningkatnya
kapasitas infiltrasi oleh akar tanaman
c. Memperlambat aliran air permukaan karena meningkatnya
panjang lintasan aliran permukaan oleh tanaman
d. Daya rusak aliran air lebih rendah dikarenakan kecepatan aliran
yang melambat karena kekasaran permukaan
2. Cara Mekanis
Prinsip metode ini adalah mengurangi banyaknya butiran tanah yang hilang karena erosi serta memanfaatkan air hujan yang jatuh seefisien mungkin, mengendalikan kelebihan air saat musim hujan kemudian menyediakannya saat musim kemarau. Fungsi dari metode ini antara lain:
a.Memperlambat aliran air.
b.Menampung dan mengalirkan aliran air permukaan, sehingga
tidak merusak
c.Memperbesar kapasitas infiltrasi air ke dalam tanah
d.Penyediaan air bagi tanaman
e.Metode ini dapat dilakukan antara lain dengan pengolahan
tanahmenurut garis kontur, pembuatan terasering, pembuatan
saluranair, pembuatan dam pengendali, pembuatan embung
maupun waduk
3. Metode Kimiawi
Metode ini pada prinsipnya adalah memperkuat struktur permukaan tanah dengan mencampur bahan kimiawi atau pemantap tanahsehingga tidak mudah tererosi oleh butiran atau aliran air hujan. Penggunaan bahan kimiawi tetap harus memperhatikan sifat-sifat berikut ini: a. Bersifat adhesif dan dapat bercampur dengan tanah secara merata b. Dapat merubah sifat hidropobik tanah c. Meningkatkan kemampuan tanah dalam menahan air d. Daya tahan yang baik e. Tidak beracunBerbagai jenis bahan pemantap tanah yang sering dipakai antara lain polylinyl acetatepolyvinyl pyrrolidone, aspalt, latex, dan sebagainya