Jumat, 14 Juli 2023

TEKNIK PEMBIBITAN MANGROVE             



Pembuatan Bedeng                                                                                                                 Tahap pertama dalam penanaman mangrove yaitu pembuatan bedeng. Lokasi pembuatan bedeng, dipilih yang berdekatan dengan lokasi penanaman mangrove. Hal ini, bertujuan untuk mempermudah distribusi bibit mangrove pada saat penanaman. Selain itu, harus diperhatikan juga tentang kondisi lingkungan, seperti tipe pasang surut di lokasi bedeng. Informasi mengenai kondisi pasang surut yang tepat sangat dibutuhkan untuk menjaga sirkulasi air dan mengenali pola penggenangan di bedeng. Mengingat pembangunan bedeng sangat tergantung dengan pasang surut, maka suatu lokasi yang tidak memiliki pola sirkulasi pasang surut yang baik, sudah seharusnya tidak dipilih sebagai lokasi peletakan bedeng.

Perlakuan Benih                                                                                                                            Setelah diambil dari sumbernya, buah mangrove kemudian diletakkan di tempat yang terlindung. Buah mangrove bisa diletakkan sementara di bedeng atau di pohon indukannya. Bibit mangrove kemudian diberikan perlakuan sedemikian rupa sehingga pada saat disemaikan bisa mencapai ketahanan hidup yang maksimal. Secara sederhana, buah mangrove yang ditemukan di lapangan biasanya terdiri dari dua tipe, yaitu tipe propagul dan tipe buah bulat. Tipe propagul berbentuk bulat – lonjong – memanjang dan tipe buah bulat berbentuk bulat dengan variasi bulat lancip seperti pada jenis Avicennia spp dan bulat penuh yang terdepat pada Sonnerita spp. Kedua tipe benih mangrove ini mendapatkan perlakuan yang sama setelah dipetik dari lapangan, yaitu direndam kurang lebih dua hari atau menyesuaikan dengan jarak waktu antara pembibitan dan penanaman, sebelum kemudian disemaikan di bedeng.              Setelah diisi lumpur, lipat bagian atas polybag ke bagian luar dengan tujuan pada saat surut dan cuaca kering, Kristal –kristal garam air laut tidak terjebak di dalam polybag yang bisa menghambat pertumbuhan benih                          Selanjutnya, tanam benih mangrove yang telah dipilih dan berkondisi baik ke dalam sedimen dengan kedalaman yang cukup.Setelah itu, masukkan satu per satu polybag yang sudah terisi dengan benih – benih mangrove tersebut ke dalam bedeng. Sebaiknya diusahakan agar satu buah bedeng bisa digunakan untuk satu jenis mangrove saja, agar mempermudah distribusi pada saat pengambilannya di tahap penanaman mangrove.

Pembibitan        




                                                                                                                        Selanjutnya, lumpur yang digunakan pada tahap pembibitan ini, sebaiknyadiambil dari sekitar lokasi penanaman. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan ketahananhidup benih sewaktu pembibitan. Bedeng persemaian yang dipergunakan bisa disesuaikan dengan tiga buah jenisbedeng yang ada diatas.Tahap pembibitan dilakukan setelah tahap perlakuan bibit selesai. Pembibitan dilakukan dengan cara sebagai berikut :               
1. Ambil polybag, lalu isi dengan lumpur yang ada disekitar bedeng. 
2. Isi poly bag dengan sedimen, tetapi jangan terlalu penuh melainkan 3/4 dari isi poly bag 
3. Setelah diisi lumpur, lipat bagian atas polybag ke bagian luar dengan tujuan pada saat surut dan cuaca kering, kristal - kristal garam air laut tidak terjebak di dalam polybag yang bisa menghambat pertumbuhan benih mangrove 
4. Selanjutnya, tanam benih magrove yang telah dipilih dan berkondisi baek ke dalam sedimen dengan kedalaman yang cukup.
5. Jangan lupa untuk menanam benih Ceriops, Sonneratia dan Avicennia ke dalam polybag kecil dan benih Rhizopora dan Bruguiera kedalam polybag yang berukuran besar. 
6. Setelah itu, masukkan satu per satu polybag yang sudah terisi dengan benih-benih mangrove tersebut ke dalam bedeng. Sebaeknya diusahakan agar satu buah bedeng bisa digunakan untuk satu jenis mangrove saja, agar mempermudah distribusi pada saat pengambilannya di tahap penaanaman mangrove

Di Indonesia ada sekitar 75 spesies mangrove. Beberapa jenisnya yang mudah ditemui adalah api-api (Avicennia), pedada (Sonneratia), bakau (Rhizophora) dan tanjang (Bruguiera). Berikut ini adalah langkah melaksanakan pembibitan.


Pengambilan Buah

Gambar 2. Buah Mangrove
Gambar Buah Mangrove

Gambar (a) bakau besar/laki (R. mucronata), (b) tumu/ tanjang/bius (B. gymnorrhiza), (c) bakau kecil/bini (R. apiculata), (d) api-api (Avicennia sp.), (e) pedada (Sonneratia sp.).
Bagian buah atau propagul diambil dari mangrove yang berumur delapan hingga sepuluh tahun. Buah yang baik adalah buah yang bebas dari serangan hama. Ciri-ciri buah api-api yang digunakan, yaitu berwarna putih kekuningan dan kulit buah sedikit mengelupas. api-api (A. alba) berwarna coklat kekuningan. Buah prepat (Sonneratia alba) berwarna hijau tua dan pedada (S. caseolarist) berwarna kekuning-kuningan. Buah disimpan dalam ember berisi air agar terjaga kesegarannya selama 1-2 hari. Serta jauhkan dari terik sinar matahari.

Penanaman Buah

Sebelumnya disiapkan polybag berukuran 15 x 20 cm. Kemudian dimasukkan lumpur sebanyak 2/3 bagian polybag. Pada tiap polybag dimasukkan masing-masing satu benih (buah) mangrove. Lakukan perawatan hingga benih berumur 3-4 bulan.

Banyaknya tanaman mangrove yang mati pada tahap pembibitan baik yang disebabkan oleh faktor alam seperti hama serangga. 

Persentase ketidakberhasilan pembibitan mangrove disebabkan oleh faktor alam seperti hama serangga sangat besar. Hal tersebut disebabkan sulit pencegahan dan penanggulangannya. Karena informasi data mengenai jenis hama serangga pada kawasan pembibitan sangat dibutuhkan untuk menganalisa keberhasilan program pembibitan

SALAM  LESTARI ... !!

Senin, 19 Juni 2023

PELAKSANAAN PEMBANGUNAN GULLY PLUG SEBAGAI UPAYA REHABILITASI LAHAN.

Gully plug adalah bangunan konservasi berupa susunan batu dalam kawat brojong yang terletak melintang alur anak sungai / parit untuk menahan endapan lumpur sehingga tebing parit akan lebih rendah atau tidak terlalu dalam segingga bahaya tanah longsor dapat dihindarkan. 
Untuk mengatasi erosi pada aliran sungai kecil, kegiatan pembangunan gully plug telah terealisasi atau sedang berjalan. Sedikitnya terdapat lima lokasi  pembangunan gully plug yang sudah jadi dari rencana sekitar 39 titik yg direncanakan, saat ini yang sudah jadi pada aliran sungai kecil di Blok Dusun Sengon Desa Sambong Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan 
Lima  titik dan lainnya tersebut memang masuk dalam kawasan yang rawan Sebab secara geografis merupakan wilayah perbukitan dengan lereng lebih curam. lima lokasi tersebut juga telah sudah mendapatkan survei oleh pihak terkait. Di antaranya dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Solo  (BPDAS HL SOLO)  dan Penyuluh Kehutanan. Gully plug dan juga berfungsi sebagai penghambat aliran air sehingga mengurangi erosi dan sedimentasi di bagian hilir. Pelaksana kegiatan adalah Kelompok Tani Hutan Jati Nom  yang sudah mengajukan proposal yang lokasinya memenuhi syarat teknis pada kegiatan tersebut. Kegiatan ini  di rencanakan rampung pada akhir Juli 2023.






Terjadinya erosi lahan yang disebut dengan erosi parit/jurang (gully erosion) dapat menimbulkan kelongsoran dalam jumlah yang besar pada lahan dan tebing tebing sungai. Salah satu bangunan konservasi terhadap lahan yang dapat mencegah dan mengendalikan erosi parit/ jurang (gully erosion) adalah bangunan gully plug yang seharusnya mulai lebih banyak dibuat pada lahan-lahan yang sering mengalami erosi, sehingga konservasi tanah dan air pada lahan bisa tetap terjaga dan terpelihara. laju erosi sangat dipengaruhi oleh perubahan tata guna lahan, kemiringan lereng, erosivitas hujan, jenis tanah, dan manajemen penanaman serta konservasi lahannya. Sehingga dampak dari erosi dapat terdeteksi dengan banyaknya laju sedimen (Sediment Yield) yang terbawa dan terendapkan


SALAM LESTARI ...!



Senin, 29 Mei 2023

Konservasi Tanah dan Air dengan Gully Plug

Salah satu kekayaan alam Indonesia adalah hutan yang membentang luas dengan aneka hasil di dalamnya. Hewan, tumbuhan, dan semua yang ada di dalamnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Sebagai kekayaan yang dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat, maka selayaknya untuk melindungi hutan dari berbagai ancaman mulai dari pembakaran, penggundulan, dan longsor. Salah satu upaya untuk melindungi dari ancaman longsor adalah dengan membuat Gully Plug

Gully plug adalah bangunan konservasi berupa susunan batu dalam kawat brojong yang terletak melintang alur anak sungai / parit untuk menahan endapan lumpur sehingga tebing parit akan lebih rendah atau tidak terlalu dalam sehingga bahaya tanah longsor dapat dihindarkan

Gully Plug bisa disebut sebagai pengendali jurang. Keberadaan Gully Plug bisa membantu untuk mencegah hutan dari ancaman longsor dan sebagainya. Jadi Gully Plug ini tidak hanya untuk sungai, tetapi juga bisa digunakan untuk perlindungan hutan.

Dengan kata lain Tujuan dibangunnya gully plug yaitu untuk memperbaiki lahan yang rusak berupa jurang akibat gerusan air guna mencegah terjadinya jurang yang semakin besar sehingga erosi dan proses sedimentasi terkendali

Oleh karena itu maka pembangunan Gully Plug tentu sangatlah penting untuk menjaga agar kondisi lahan tetap terjaga. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membangun gully plug yaitu :

a) Lahan dengan kemiringan 30%

b) Daerah dikategorikan sebagai lahan kritis

c) Daerah tangkapan air minimum 10 hektare

d) Lebar kedalaman parit/jurang sebesar 3x3 meter

e) Panjang parit/jurang sebesar 250 meter

f) Kemiringan parit/jurang sebesar 5%




Gully Plug sendiri terdiri dari berbagai macam. Tergantung lokasi dan bahan yang digunkana. Berikut beberapa tipe Gully Plug yang sering digunakan di Indonesia. 


Tipe Batu Bronjong Berikut adalah gambar rencana Gully Plug, dengan ukuran Tinggi= 2 meter; Lebar = 5 meter

                                    a. Tipe Batu   (source:google)

                                b. Tipe batu bronjong dengan sayap

 
                                 c) Pasangan batu spesi


                                   d) Tipe Bambu (bio gully plug)

Tipe Gully Plug di atas tentunya juga berdasarkan kondisi tanah, tidak semua kondisi bisa menggunakan gully plug. Pembangunan gully plug harus memenuhi persyaratan teknis seperti yang tercantum pada Peraturan Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Nomor P.6/PDASHL/SET/KUM.1/8/2017 tentang Petunjuk Teknis Bangunan Konservasi Tanah dan Air.

 

Persyaratan teknis lokasi gully plug antara lain:

1. Kemiringan DTA > 35 % dan terjadi erosi parit/alur;

2. Pengelolaan lahan sangat intensif atau lahan terbuka;

3. Luas DTA 1 - 5 ha; 

4. Kemiringan alur ≤10%;

5. Tingkat erosi dan sedimentasi yang tinggi dan mampu menampung aliran permukaan yang besar; dan/atau

6. Merupakan lokasi penanganan dampak bencana alam

 

Gully Plug merupakan salah satu cara untuk melindungi hutan. Namun secara keseluruhan, Gully Plug memiliki banyak manfaat. Berikut diatara manfaat dari Gully Plug.


a) Memperbaiki lahan yang rusak akibat gerusan air sehingga terjadi jurang/parit

b) Mencegah bertambah luasnya kerusakan lahan akibat terjadinya jurang/parit yang semakin lebar

c) Mengendalikan erosi dan lumpur, endapan, serta air dari daerah atas sehingga dapat mengendalikan hilir dari sedimentasi dan banjir

d) Memperbaiki kondisi tata air di sekitarnya

 

Gully Plug sendiri sudah di atur oleh pemerintah baik kriteria tanah, tipe, pemanfaatannya. Beberapa Peraturan mulai dari Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sampai peraturan Gubernur ada yang membahas.



Salam Lestari ...!

Sabtu, 15 April 2023

 MENGENAL AGROFORESTRY

Agroforestry adalah teknik pertanaman yang memadukan tanaman kayu yang berumur panjang dengan tanaman pertanian (palawija), peternakan atau perikanan di dalam atau di luar kawasan hutan, yang secara bersamaan atau berurutan pada unit lahan yang sama, dengan memperhatikan kearifan lokal. 

Agroforestry memberikan kontribusi yang sangat penting terhadap jasa lingkungan (environmental services) antara lain mempertahankan fungsi hutan dalam mendukung DAS (daerah aliran sungai), mengurangi konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, dan mempertahankan keanekaragaman hayati

Contoh sistem agroforestri adalah agrisilvikultur, silvopastura, agrosilvopastura. seperti tanaman lorong (alley cropping), tumpangsari (taungya) dan lain-lain. 

di Jawa adalah praktek agroforestri pada sistem produksi pertanian. Sedangkan kelebihan dari agroforetry itu sendiri adalah menanam berbagai jenis pohon di antaranya atau di sekitar tanaman pangan yang telah lama terbukti lebih beragam, produktif dan menguntungkan. Keuntungan lain yaitu membantu melindungi lingkungan dengan mencegah erosi tanah dan mengurangi ketergantungan pada hutan

Agroforestry dapat mendukung program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim karena kemampuannya dalam menyerap karbon serta menciptakan iklim mikro yang kondusif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya, agroforestri merupakan teknologi budidaya tanaman dan sebagai bentuk mitigasi perubahan iklim. Sistem ini menurunkan intensitas cahaya dan suhu, meningkatkan oksigen, meningkatkan kelembapan, meningkatkan kesuburan tanah dan ketersediaan air, oleh peran pohon.




Dalam mewujudkan sasaran ini, agroforestri diharapkan lebih banyak memanfaatkan tenaga ataupun sumber daya sendiri (internal) dibandingkan sumber-sumber dari luar. Di samping itu agroforestri diharapkan dapat meningkatkan daya dukung ekologi manusia, khususnya di daerah pedesaan. Untuk daerah tropis, beberapa masalah (ekonomi dan ekologi) berikut menjadi mandat agroforestri dalam pemecahannya

Yuk sobat simak informasi seputar Agroforestry lainnya
Salam Lestari ... !



Rabu, 29 Maret 2023

GERAKAN PENANAMAN SERENTAK DI DESA                      DALAM RANGKA HARI DESA ASRI NUSANTARA DAN HARI BAKTI RIMBAWAN


Sebagai upaya menjaga bumi dari pemanasan Global yang sudah menjadi ancaman nyata di depan mata, dan perlu di antisipasi bersama oleh karenanya kegiatan ini secara simbolis dilakukan dan terselenggara Aksi penanaman pohon serentak pada Rabu 15 Maret 2023 terselenggara di Kecamatan Pacitan, tepatnya di Desa Sedeng, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan. Giat ini dalam rangka menyambut hari Bakti Rimbawan (16 Maret 2023) serta sebagai realisasi surat Kementrian Pedesaan dan Kementerian Desa, Pembangunan, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, mengenai edaran untuk memperingati Hari Desa Asri Nusantara 2023 yang menghimbau tiap Desa hingga unit terkecil KK untuk menanam pohon serentak                              

Diawali apel, kegiatan penanaman ini melibatkan seluruh pihak meliputi:

1. Camat & jajaran Forkopimca Kecamatan Pacitan
2. Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan
3. Kapolsek dan ibu Bhayangkara
4. Koordinator Penyuluh Kehutanan, Penyuluh Pertanian, Penyuluh Perikanan dan      Penyuluh KB
5. Kepala UPT Puskesmas, Kepala KUA Pacitan dan Koordinator TK & SD
6. Komandan Kamladu
7. Danramil Pacitan
8. IPKINDO DPD Pacitan
9. Kepala Desa Sedeng
10. Forkopimdes dan Karang taruna Sedeng
11. Babinsa dan Babinkamtibmas
12. Saka Wanabakti Cabang Pacitan
13. Warga masyarakat

Desa Sedeng sendiri merupakan daerah tangkapan air hujan. Dengan adanya penanaman ini sekaligus dalam rangka sosialisasi kepada masyarakat untuk tanggap pencegahan bencana melalui giat mengoptimalkan fungsi lahan khususnya lahan tidur yang ada. Sasaran lokasi di lahan tanah desa seluas 3 ha ditanami lebih dari 200 batang meliputi jenis Alpukat, Matoa, Pete, Beringin, Jambu mete dan Nangka. Mensukseskan giat ini CDK Wilayah Pacitan juga menyalurkan persediaan bibit menuju titik² pelaksanaan gerakan penanaman di lingkup kabupaten Pacitan.

Dengan demikian semakin luas yang tergerak ikut serta dalam upaya pemeliharaan dan perlindungan hutan, terlaksana sarana mengedukasi diri dan orang lain tentang pentingnya membangun, menjaga dan melestarikan hutan dan kehutanan di Indonesia. Sejalan dengan tema Peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke-40 "𝘏𝘪𝘫𝘢𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘉𝘶𝘮𝘪 𝘉𝘪𝘳𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘓𝘢𝘯𝘨𝘪𝘵"

Penyerahan bibit alpokat dari CDK Ke Kades Sedeng untuk acara Gerakan Penanaman
Bibit di angkut menuju lokasi

Aksi penanaman pohon serentak pada Rabu 15 Maret 2023 terselenggara tepatnya 
di Desa Sedeng, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan
Bersama Penyuluh Kehutanan turut serta menanam
Penanaman di lakukan bersama anggota KTH Gamelina Indah Desa Sedeng
Potret Bersama, Penyuluh Kehutanan, CDK Wilayah Pacitan pada acara Gerakan Penanaman








Sabtu, 28 Januari 2023

 FAKTA HUTAN MANGROVE DI JATIM 
 TERLUAS DI PULAU JAWA


Upaya Pemprov Jawa Timur dan pegiat mangrove yang tak kenal lelah melakukanpenanaman mangrove di banyak titik di penjuru Jawa Timur membuahkan hasil membanggakan
 
Berdasarkan Peta Mangrove Nasional Tahun 2021, Jawa Timur menempati urutan teratas sebagai provinsi dengan luas hutan mangrove terluas di Pulau Jawa. Total, Jatim memiliki luas hutan mangrove sebesar 27.221 Ha.

Dengan luasan tersebut, jika dipersentase, sebesar 48% dari hutan mangrove se-Jawa adalah hutan mangrove Jawa Timur. Dengan komposisi mangrove kerapatan lebat sebesar 47,26%, mangrove kerapatan sedang 46,08%, dan mangrove kerapatan jarang 6,66%.

Selain mangrove eksisting yang sudah ada, berdasarkan sumber data yang sama Jawa Timur juga memiliki potensi mangrove terluas se-Jawa dengan 51.557 Ha atau sekitar 35%.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bahwa keaktifan menanam mangrove sengaja dilakukan sebagai upaya nyata Pemprov Jatim bersama seluruh elemen di Jatim dalam rangka menurunkan emisi gas rumah kaca.

“Menanam mangrove adalah upaya kita bersama untuk mewujudkan Net Zero Emission di tahun 2060. Alhamdulillah dengan terus menanam di sangat banyak titik di kabupaten kota di Jatim, saat ini hutan mangrove Jatim merupakan yang terluas di Pulau Jawa,” tegas Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Kamis (19/1/2023)

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan bahwa berdasarkan hasil studi para ilmuwan, sumber emisi di Indonesia terbesar berasal dari sektor kehutanan terkait perubahan fungsi hutan dan lahan. Selain itu juga sektor energi, pertanian, indutri dan penggunaan produk serta limbah.

Berdasrkan data BPS Tahun 2019 bahwa sektor kehutanan memberikan kontribusi emisi sebesar hampir 925 Juta ton CO2e. Sementara penggunaan energi sebesar 638,81 Juta ton CO2e, limbah 134,12 Juta ton CO2e, pertanian 108,60 Juta ton CO2e dan industri serta penggunaan produk sebesar 60,18 Juta ton CO2e










#salamlestari

#SegertanpoAC

#sedekahoksigen

Terus Dukung Upaya Pelestarian Mangrove, Net zero Emissions2060











Senin, 28 November 2022

 

KONSERVASI SUMBER DAYA AIR



Konservasi sumber daya air adalah upaya memelihara keberadaan serta keberlanjutan  keadaan, sifat, dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk kebutuhan makhluk hidup, baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang.

Konservasi sumber daya air ini tidak hanya sebatas air yang ada di permukaan tanah saja, tetapi juga yang ada di bawah permukaan tanah. Pengelolaan sumber daya air yang pemanfaatannya dilakukan secara bijak perlu dilakukan untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainy

Perlindungan dan pelestarian sumber air ditujukan untuk melindungi dan melestarikan sumber air beserta lingkungan keberadaannyterhadap kerusakan atau gangguan yang disebabkan oleh alam, termasuk kekeringan dan yang disebabkan oleh tindakan manusia.

Metode pelestarian sumber daya air yang dapat dilakukan melalui pendekatan sosial, ekonomi, dan budaya, adalah sebagai berikut:


1. Metode Vegetatif


Metode ini menggunakan tanaman, tumbuhan ataupun sisa tanaman sedemikian rupa sehingga dapat mengurangi laju erosi. Pelestarian dengan cara ini melalui:


a. Pengurangan daya rusak butiran air hujan yang jatuh,

    karena intersepsi oleh daun atau tajuk tanaman.

b. Air permukaan dapat berkurang karena meningkatnya

    kapasitas infiltrasi oleh akar tanaman 

c. Memperlambat aliran air permukaan karena meningkatnya

    panjang lintasan aliran permukaan oleh tanaman 

d. Daya rusak aliran air lebih rendah dikarenakan kecepatan aliran

    yang melambat karena kekasaran permukaan



2. Cara Mekanis


Prinsip metode ini adalah mengurangi banyaknya butiran tanah yang hilang karena erosi serta memanfaatkan air hujan yang jatuh seefisien mungkin, mengendalikan kelebihan air saat musim hujan kemudian menyediakannya saat musim kemarau. Fungsi dari metode ini antara lain: 


a.Memperlambat aliran air. 

b.Menampung dan mengalirkan aliran air permukaan, sehingga

   tidak merusak

c.Memperbesar kapasitas infiltrasi air ke dalam tanah

d.Penyediaan air bagi tanaman

e.Metode ini dapat dilakukan antara lain dengan pengolahan

   tanahmenurut garis kontur, pembuatan terasering, pembuatan

   saluranair, pembuatan dam pengendali, pembuatan embung

   maupun waduk




3. Metode Kimiawi


Metode ini pada prinsipnya adalah memperkuat struktur permukaan tanah dengan mencampur bahan kimiawi atau pemantap tanahsehingga tidak mudah tererosi oleh butiran atau aliran air hujan. Penggunaan bahan kimiawi tetap harus memperhatikan sifat-sifat berikut ini: 
a. Bersifat adhesif dan dapat bercampur dengan tanah secara
    merata 
b. Dapat merubah sifat hidropobik tanah
c. Meningkatkan kemampuan tanah dalam menahan air 
d. Daya tahan yang baik
e. Tidak beracunBerbagai jenis bahan pemantap tanah yang sering
    dipakai antara lain polylinyl acetatepolyvinyl pyrrolidone, aspalt,
    latex, dan sebagainya


Salam Lestari.. 

   

USAHA PELESTARIAN SUMBERDAYA ALAM di DESA SAMBONG KECAMATAN PACITAN Usaha Pelestarian Sumberdaya Alam (UPSA) adalah  merupakan salah satu mo...