Sabtu, 28 Januari 2023

 FAKTA HUTAN MANGROVE DI JATIM 
 TERLUAS DI PULAU JAWA


Upaya Pemprov Jawa Timur dan pegiat mangrove yang tak kenal lelah melakukanpenanaman mangrove di banyak titik di penjuru Jawa Timur membuahkan hasil membanggakan
 
Berdasarkan Peta Mangrove Nasional Tahun 2021, Jawa Timur menempati urutan teratas sebagai provinsi dengan luas hutan mangrove terluas di Pulau Jawa. Total, Jatim memiliki luas hutan mangrove sebesar 27.221 Ha.

Dengan luasan tersebut, jika dipersentase, sebesar 48% dari hutan mangrove se-Jawa adalah hutan mangrove Jawa Timur. Dengan komposisi mangrove kerapatan lebat sebesar 47,26%, mangrove kerapatan sedang 46,08%, dan mangrove kerapatan jarang 6,66%.

Selain mangrove eksisting yang sudah ada, berdasarkan sumber data yang sama Jawa Timur juga memiliki potensi mangrove terluas se-Jawa dengan 51.557 Ha atau sekitar 35%.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bahwa keaktifan menanam mangrove sengaja dilakukan sebagai upaya nyata Pemprov Jatim bersama seluruh elemen di Jatim dalam rangka menurunkan emisi gas rumah kaca.

“Menanam mangrove adalah upaya kita bersama untuk mewujudkan Net Zero Emission di tahun 2060. Alhamdulillah dengan terus menanam di sangat banyak titik di kabupaten kota di Jatim, saat ini hutan mangrove Jatim merupakan yang terluas di Pulau Jawa,” tegas Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Kamis (19/1/2023)

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan bahwa berdasarkan hasil studi para ilmuwan, sumber emisi di Indonesia terbesar berasal dari sektor kehutanan terkait perubahan fungsi hutan dan lahan. Selain itu juga sektor energi, pertanian, indutri dan penggunaan produk serta limbah.

Berdasrkan data BPS Tahun 2019 bahwa sektor kehutanan memberikan kontribusi emisi sebesar hampir 925 Juta ton CO2e. Sementara penggunaan energi sebesar 638,81 Juta ton CO2e, limbah 134,12 Juta ton CO2e, pertanian 108,60 Juta ton CO2e dan industri serta penggunaan produk sebesar 60,18 Juta ton CO2e










#salamlestari

#SegertanpoAC

#sedekahoksigen

Terus Dukung Upaya Pelestarian Mangrove, Net zero Emissions2060











Senin, 28 November 2022

 

KONSERVASI SUMBER DAYA AIR



Konservasi sumber daya air adalah upaya memelihara keberadaan serta keberlanjutan  keadaan, sifat, dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk kebutuhan makhluk hidup, baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang.

Konservasi sumber daya air ini tidak hanya sebatas air yang ada di permukaan tanah saja, tetapi juga yang ada di bawah permukaan tanah. Pengelolaan sumber daya air yang pemanfaatannya dilakukan secara bijak perlu dilakukan untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainy

Perlindungan dan pelestarian sumber air ditujukan untuk melindungi dan melestarikan sumber air beserta lingkungan keberadaannyterhadap kerusakan atau gangguan yang disebabkan oleh alam, termasuk kekeringan dan yang disebabkan oleh tindakan manusia.

Metode pelestarian sumber daya air yang dapat dilakukan melalui pendekatan sosial, ekonomi, dan budaya, adalah sebagai berikut:


1. Metode Vegetatif


Metode ini menggunakan tanaman, tumbuhan ataupun sisa tanaman sedemikian rupa sehingga dapat mengurangi laju erosi. Pelestarian dengan cara ini melalui:


a. Pengurangan daya rusak butiran air hujan yang jatuh,

    karena intersepsi oleh daun atau tajuk tanaman.

b. Air permukaan dapat berkurang karena meningkatnya

    kapasitas infiltrasi oleh akar tanaman 

c. Memperlambat aliran air permukaan karena meningkatnya

    panjang lintasan aliran permukaan oleh tanaman 

d. Daya rusak aliran air lebih rendah dikarenakan kecepatan aliran

    yang melambat karena kekasaran permukaan



2. Cara Mekanis


Prinsip metode ini adalah mengurangi banyaknya butiran tanah yang hilang karena erosi serta memanfaatkan air hujan yang jatuh seefisien mungkin, mengendalikan kelebihan air saat musim hujan kemudian menyediakannya saat musim kemarau. Fungsi dari metode ini antara lain: 


a.Memperlambat aliran air. 

b.Menampung dan mengalirkan aliran air permukaan, sehingga

   tidak merusak

c.Memperbesar kapasitas infiltrasi air ke dalam tanah

d.Penyediaan air bagi tanaman

e.Metode ini dapat dilakukan antara lain dengan pengolahan

   tanahmenurut garis kontur, pembuatan terasering, pembuatan

   saluranair, pembuatan dam pengendali, pembuatan embung

   maupun waduk




3. Metode Kimiawi


Metode ini pada prinsipnya adalah memperkuat struktur permukaan tanah dengan mencampur bahan kimiawi atau pemantap tanahsehingga tidak mudah tererosi oleh butiran atau aliran air hujan. Penggunaan bahan kimiawi tetap harus memperhatikan sifat-sifat berikut ini: 
a. Bersifat adhesif dan dapat bercampur dengan tanah secara
    merata 
b. Dapat merubah sifat hidropobik tanah
c. Meningkatkan kemampuan tanah dalam menahan air 
d. Daya tahan yang baik
e. Tidak beracunBerbagai jenis bahan pemantap tanah yang sering
    dipakai antara lain polylinyl acetatepolyvinyl pyrrolidone, aspalt,
    latex, dan sebagainya


Salam Lestari.. 

   

Jumat, 07 Oktober 2022

 

MEDIA PENYULUHAN KEHUTANAN

AKSI GERAKAN MENANAM

dalam rangka

TANGGAP BENCANA DI KECAMATAN PACITAN


Gerakan menanam aksi mitigasi dalam rangka tanggap bencana bersama Forkopimca Pacitan yang pelaksanaannya dilakukan pada hari jumat tanggal 07 Oktober 2022 berlokasi di Lingkungan Pucangrejo, Kel Pucangsewu, Kecamatan Pacitan berjalan dengan lancar.  
Bergabung  dalam kegiatan tersebut :
1. Kepala Dinas PUPR
2. Kepala Dinas Lingkungan Hidup
3. Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan
4. Kapolsek serta Danramil 
5. Camat Wilayah Kecamatan Pacitan
6. Lurah Kelurahan Pucangsewu
7. IPKINDO CDK Wilayah Pacitan
8. Darma Wanita CDK Wilayah Pacitan
9. Saka Wana Bakti Ranting Pacitan
10. Warga Masyarakat setempat
     Kegiatan penanaman ini ke depannya sebagai langkah antisipasi atas terjadinya longsor, genangan luar biasa di beberapa titik di area kecamatan kota yang cukup meresahkan dan begitu menghambat mobilitas masyarakat.
Pemilihan lokasi tanam adalah area rawan bencana di Kel. Pucangsewu, sedangkan bibit yang di   tanam yaitu jenis asam jawa sebanyak 250  batang    bersumber dari bedengan yang ada di CDK Wil Pacitan

                                         Distribusi bibit ke lokasi


    


Oleh Lurah Pucangsewu :  Aksi Penanaman


Penanaman Oleh Bapak Ka. CDK Wil Pacitan








Bersama, Forkopimca, Lintas sektoral terkait, Penyuluh Kehutanan, saka wanabakti 

dan masyarakat setempat

Menanam Pohon dimaksudkan untuk memberikan kesadaran dan kepedulian kepada masyarakat tentang pentingnya pemulihan kerusakan sumber daya hutan dan lahan melalui penanaman pohon. 
Dengan adanya penanaman ini diharapkan menjadi inspi rasi gerakan bersama, upaya ruwat jagat, melestarikan lingkungan serta sebagai bentuk komitmen CDK Wilayah Pacitan untuk terus bersi 
nergi memberi dukungan penuh adanya kegiatan melesta 
rikan hutan



SALAM LESTARI  !!!

   




Senin, 26 September 2022

 

MEDIA PENYULUHAN KEHUTANAN

TANAMAN PRODUKTIF DAN MANFAATNYA


Tanaman Produktif adalah   semua jenis tanaman yang memiliki fungsi selain kayu, contohnya adalah tanaman yang dapat menghasilkan buah untuk dikonsumsi, daun-daunan untuk pakan ternak serta ranting dan dahan untuk kayu bakar, sehingga dapat dimanfaatkan oleh manusia. Tanaman produktif lebih cenderung memiliki sifat konservatif, karena tanaman tersebut jarang ditebang oleh masyarakat. Sehingga disamping memiliki fungsi ekonomis juga memiliki fungsi ekologi. 


Di Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan tiap tahun memberikan bantuan bibit produktif untuk Kelompok Tani Hutan ( KTH ) sesuai dengan permintaan dari masyarakat. Sebelum mendapatkan bibit produktif terlebih dahulu harus membuat proposal pengajuan bibit tanaman produktif yang ditujukan ke BPDASHL Solo. Adapun jenis tanaman produktifnya adalah : Alpukat, Aren, Kelengkeng, Rambutan, Matoa, Jambu Air, Pete, Mangga, Nangka, Sukun, Jeruk dan lain-lain.


BANTUAN TANAMAN PRODUKTIF


Tanaman  produktif  biasanya  ditanam  di antara tanaman kayu kayuan atau  ditanam  di  area  pekarangan rumah  dan  kebun.  Dimana  persentase tanaman kayu lebih besar dibandingkan dengan tanaman produktif.


JERUK KEPROK


JAMBU AIR


MATOA


Tanaman Produktif ini juga cocok digunakan untuk tanaman penghijauan karena jenis tanaman produktif termasuk tanaman yang cepat tumbuh. Contoh tanaman produktif untuk penghijauan adalah : Tanjung, Gayam, Kepuh dan lain- lain.


Disamping itu tanaman produktif juga dapat ditanam di sekitar sumber mata air sebagai pelindung sumber mata air dan penyimpan air.  Diantara jenis tanaman produktif yang biasa di tanam di sekitar sumber mata air adalah Aren dan Picung. Pohon Aren memiliki akar serabut yang kuat sehingga merupakan tanaman penahan longsor. Jika disekitar sumber mata air terdapat pohon aren dalam jumlah banyak dan bahkan dapat tumbuh berdampingan dan memiliki akar   yang   besar   maka   tanaman   ini   dapat   menyimpan   air   dan   dapat memunculkan sumber mata air baru


BIBIT AREN


POHON AREN



Dalam pembuatan Kebun Bibit Rakyat ( KBR ) tanaman produktif juga masuk  dalam  kebutuhan  bibit  yang  harus  ada.  Untuk  jumlah  bibit tanaman produktif  yang  masuk  dalam  kegiatan  KBR  adalah  ±  10  persen  dari  bibit tanaman  kayu-kayuan.  Dengan  adanya  pembuatan  bibit  tanaman  produktif maka  mendidik  masyarakat  untuk  menanam  tanaman  dengan  penanaman secara  heterogen  yaitu  menanam  tanaman  produktif  atau  buah  diantara tanaman kayu sehingga nantinya diharapkan masyarakat mendapatkan nilai ekonomis dari penanaman tersebut


PETAI
 

DARI HASIL PEMBIBITAN SWADAYA : ALPOKAT DAN NANGKA


Demikian sekilas tentang Jenis tanaman produktif dan manfaatnya. Semoga dapat bermanfaat.

Salam Lestari !!!!!

 




Kamis, 11 Agustus 2022

 PENANAMAN  ALPOKAT

Buah alpukat menjadi salah satu komoditas yang memiliki pangsa pasar cukup luas dan banyak diminati. Bagi Sebagian orang yang ingin masuk dalam dunia agribisnis, tentu harus mencoba cara menanam alpukat dengan kapasitas lahan besar.

Selain memiliki rasa buah yang khas, alpukat juga memiliki nilai ekonomi yang cukup bagus sebagai salah satu komoditas buah-buahan terbaik. Ingin memulai berbudidaya alpukat dengan mudah dan lebih menghasilkan?

Kita harus memperhatikan kualitas teknis budidayanya, yang paling mudah adalah memaksimalkan kualitas pertumbuhannya. Beberapa faktor penting pada penanaman alpukat dalam jumlah besar antara lain:

  • Kualitas bibit alpukat
  • Kesuburan media tanam
  • Pengendalian hama dan penyakit
  • Pemupukan

Faktor-faktor diatas menjadi salah satu pertimbangan kesuksesan teknis menanam alpukat di kebun atau lahan besar. Berikut penjelasan lengkapnya:


Syarat Tumbuh Tanaman Alpukat

Hal pertama yang harus diperhatikan sebelum menanam alpukat adalah mengetahui syarat tumbuh tanaman tersebut. Dengan mengikuti syarat tumbuh tanaman alpukat, dapat dipastikan tanaman alpukat akan tumbuh dengan maksimal.

Berikut adalah syarat tumbuh tanaman alpukat:

A. Jenis dan PH tanah

Tanaman alpukat untuk dapat tumbuh optimal memerlukan tanah yang gembur, tidak mudah tergenang air, subur, dan banyak megandung bahan organik.

Jenis tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat adalah jenis tanah lempung berpasir (sandy loam), lempung liat (clay loam), dan lempung endapan (alluvial loam). Keasaman (pH) tanah berkisar 5,6 – 6,4. Bila pH di bawah 5,5 maka tanaman akan menderita keracunan karena unsur Al, Mg, dan Fe larut dalam jumlah cukup banyak.

B. Ketinggian Lokasi Budidaya

Pada umumnya tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, yaitu 5 – 1500 mdpl.

Tanaman ini akan tumbuh subur dengan hasil yang memuaskan pada ketinggian 200 – 1000 mdpl. Untuk tanaman alpukat ras Meksiko dan Guatemala lebih cocok ditanam pada ketinggian 1000 – 2000 mdpl, sedangkan ras Hindia Barat pada ketinggian 5 – 1000 mdpl.

C. Iklim atau Suhu

Suhu optimal untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara 12,8 – 28,3 oC. Mengingat tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai tinggi, tanaman alpukat dapat mentolerir suhu udara antara 15 – 30 oC.

Kebutuhan cahaya matahari untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara 40 – 80%. Angin diperlukan tanaman alpukat untuk penyerbukan. Namun demikian angin dengan kecepatan 63, – 73,6 km/jam dapat mematahkan ranting dan percabangan tanaman alpukat yang tergolong lunak, rapuh, dan mudah patah.

D. Jarak Tanam Alpukat

Pada lahan yang telah disiapkan, dibuat lubang tanam dengan ukuran 75x75x75 cm tergantung dari tujuan penanaman, kondisi tanah, dan varietas yang akan ditanam. Untuk tanah yang keras dan kurang subur, ukuran lubang tanam dapat diperbesar lagi. Jarak tanam alpukat yang dianjurkan adalah 9×12 m. Lubang tanam untuk alpukat sebaiknya dipersiapkan 1 – 2 bulan sebelum tanam.

Cara Menanam Alpukat Dari Biji

1. Persiapan Biji atau Benih Alpukat

Varietas unggul yang sering digunakan adalah alpukat varietas Ijo Panjang, Ijo Bundar, Merah Panjang, Merah Bundar, Mega Gegauan, Mega Paninggahan, dan Mega Murapi.



Pemilihan benih alpukat yang akan digunakan harus jelas asal-usulnya agar produksi dan kualitas buah yang dihasilkan bisa maksimal. Berikut tahapannya:

  1. Benih yang akan digunakan untuk bibit batang bawah sebaiknya diambil dari buah yang sudah cukup tua dan masak pohon.
  2. Benih alpukat dipilih yang bernas, padat, dan tidak keriput. Benih dipilih yang berukuran besar (65 – 68 g).
  3. Sebelum benih alpukat ditanam, lakukan proses perendaman benih alpukat terlebih dahulu dengan Pupuk organik cair  spesialis buh buahan sebanyak 30 ml dicampur dengan 1 liter air hangat dan direndam selama 4-5 jam.
  4. Kemudian ditiriskan dan diperas dengan kain basah atau kertas koran. Setelah 2-3 hari benih alpukat akan mulai berkecambah dan siap dipindah pada media semai.

Fungsi Pupuk organik cair  spesialis buah buahan pada proses perendaman adalah untuk mempercepat perkecambahan benih dan menghilangkan penyakit tular benih.

2. Penyemaian Benih Alpukat

Langkah selanjutnya dalam budidaya alpukat yaitu melakukan penyemaian benih alpukat. Penyemaian benih alpukat harus dilakukan di tempat yang aman terhadap gangguan hewan maupun manusia, dekat dengan sumber air, dan letaknya strategis agar mudah pengelolaannya.

Selain itu harus memiliki naungan untuk melindungi bibit dari teriknya sinar matahari langsung dan derasnya air hujan.

A.Bahan Penyemaian Benih Alpukat

Bahan yang harus dipersiapkan sebelum proses penyemaian benih alpukat adalah:

  • Polybag ukuran 15 x 21 cm
  • Campuran tanah + pupuk kandang + pasir/sekam (2:1:1) 

B. Cara Penyemaian Benih Alpukat

Penyemaian benih dalam polybag dilakukan sebagai berikut, yaitu:

  • Bagian pangkal benih yang agak rata diletakkan di sebelah bawah dan bagian ujung benih yang runcing dan telah dipotong 1/3 bagian ujungnya menghadap ke atas.
  • Selanjutnya, benih ini ditempatkan di bawah naungan. Kurang lebih 3 minggu setelah tanam, benih akan mulai berkecambah dan membentuk anak semai.





3. Pengolahan Lahan Tanam Alpukat

Sambil menunggu benih alpukat tumbuh menjadi bibit, kita bisa menyiapkan lahan tanam untuk budidaya alpukat. Tanaman alpukat membutuhkan lahan tanah yang gembur.

  1. Agar tanah gembur, maka lakukanlah proses pengolahan lahan dengan traktor/bajak. Selanjutnya yaitu dengan membuat bedengan dan taburkan pupuk kandang/bokashi/kompos sebanyak 10-20 ton per ha.
  2. Pupuk kandang ini berguna untuk meningkatkan kesuburan tanah pada lahan yang akan ditanami alpukat. Apabila pH tanah rendah/asam, maka taburkan dolomite/kapur pertanian untuk meningkatkan pH tanah hingga menjadi pH 6 – 7.

4. Langkah-Langkah Pembuatan Lubang Tanam Alpukat

Tanah yang akan digali untuk lubang tanam harus dibersihkan terlebih dahulu dari rumput, batu-batuan dan sampah yang tidak perlu. Langkah-langkah untuk membuat lubang tanam adalah sebagai berikut:


  1. Gali tanah, tanah bagian atas dipisahkan dari tanah bagian bawah. Tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang yang “matang” atau kompos sebanyak 20 kg per lubang.
  2. Lubang tanam dibiarkan terbuka selama 14 hari sehingga tanah dan lubang galian terkena panas matahari. Jika memungkinkan sebaiknya lubang tanam disemprot dengan fungisida untuk menghindari adanya mikroba yang menyerang perakaran.
  3. Untuk mengatasi kendala tanah asam, maka pada tanah galian dicampur dengan dolomite atau kapur pertanian sebanyak 0,5 – 1 kg per lubang tanam.
  4. Kira-kira 1 minggu sebelum tanam, setiap lubang tanam ditambahkan pupuk NPK (15-15-15) sebanyak 100 g.

5. Cara Menanam Biji Alpukat

Berikut ini langkah-langkah cara menanam alpukat yang efektif

 yaitu :

  1. Bibit dikeluarkan dari polybag dengan cara dirobek dengan pisau. Pekerjaan ini harus dilakukan dengan hati-hati agar akar tidak rusak.
  2. Bibit ditanam sebatas pangkal batang/leher batang. Usahakan perakaran bibit tidak menggerombol pada satu sisi, diatur agar akar dapat menyebar ke semua arah. Posisi bibit diarahkan tegak lurus agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
  3. Tanah galian dimasukkan ke dalam lubang tanam dan tanah disekitarnya dipadatkan sehingga bibit berdiri kokoh. Selanjutnya bibit disiram agar bibir segera tumbuh. Setiap bibit yang sudah ditanam sebaiknya diberi ajir dan naungan untuk menghindari sinar matahari secara langsung, terpaan angin, maupun siraman hujan.

6. Cara Pemupukan Alpukat

  1. Agar pertumbuhan alpukat dapat optimal, maka lakukan proses pemupukan pada tanaman alpukat setiap 1 minggu sekali dengan pupuk NPK dan KNO3.
  2. Selain itu semprotkan pupuk yang disemprotkan di daun yaitu dengan Pupuk Organik Cair Spesialis buah buahan  setiap 1 minggu sekali

7. Cara Perawatan Tanaman Alpukat

Berikut adalah cara pemeliharaan dalam budidaya alpukat :

A. Penyulaman

Bibit yang baru ditanam atau yang telah berumur beberapa minggu kemudian mati atau pertumbuhannya kurang baik, sebaiknya segera diganti (disulam) dengan bibit yang baru yang lebih baik agar dapat segera tumbuh dan dapat menyamai pertumbuhan dengan bibit yang telah ditanam sebelumnya.

B. Pemberantasan Gulma

Penyiangan gulma harus dilakukan secara hati-hati agar tidak sampai merusak perakaran tanaman alpukat, karena perakaran alpukat cukup peka terhadap gangguan mekanis. Frekuensi penyiangan tergantung pada banyaknya gulma yang tumbuh di sekeliling tanaman. Pengendalian gulma juga bisa dilakukan menggunakan herbisida selektif.

C. Pengairan

Penyiraman terutama dilakukan pada tanaman muda, karena sistem perakarannya belum cukup mampu menyerap air yang lebih dalam. Penyiraman perlu dilakukan dalam jumlah cukup dan teratur tetapi tidak berlebihan, karena dapat mengakibatkan kematian tanaman.

D. Pemangkasan

Pemangkasan hanya dilakukan pada cabang-cabang yang tumbuh terlalu rapat atau ranting-ranting yang mati atau cabang lain yang tidak dikehendaki. Pemangkasan dilakukan secara hati-hati agar luka bekas pemangkasan terhindar dari infeksi penyakit. Pertahankan tinggi tanaman alpukat 4-5 meter dari permukaan tanah dan letak cabang terendah dengan jarak 1 – 1,5 m dari permukaan tanah.

E. Pengendalian Hama Dan Penyakit Pada Alpukat

Selalu lakukan proses pengamatan pada tanaman alpukat untuk mengetahui serangan hama dan penyakit dari awal. Jika serangan hama berada diatas ambang batas ekonomi kendalikan dengan insektisida dan jika ada serangan penyakit kendalikan dengan fungisida ataupun bakterisida.

Tahap Panen Alpukat


  • Pada umumnya buah dapat dipetik setelah berumur 6 – 7 bulan dari saat bunga mekar dan tergantung varietasnya.
  • Buah alpukat yang bagus dengan teknik menanam yang sesuai
  • Buah dipanen pada tingkat kematangan 80 – 85%. Saat dipanen buah harus dipetik/dipotong bersama sedikit tangkai buahnya (3-5 cm) untuk mencegah memar atau luka pada bagian dekat tangkai buah.

Itulah cara menanam alpukat yang baek dan benar

USAHA PELESTARIAN SUMBERDAYA ALAM di DESA SAMBONG KECAMATAN PACITAN Usaha Pelestarian Sumberdaya Alam (UPSA) adalah  merupakan salah satu mo...