Sabtu, 28 Agustus 2021

Mengenal Macam Bibit Tanaman Produktif

    



Contoh Bibit Produktif di CDK Pacitan

 

Bibit Produktif yang sering diartikan MPTS Multi Purpose Tree Species (MPTS) adalah sistem pengelolaalahan dimana berbagai jenis kayu ditanam dan dikelola, tidak saja untuk menghasilkan kayu, akatetap jug daun-dauna da buah-buaha yang  dapa digunaka sebaga bahamakanan ataupun pakan ternak.

        Jenis-jenitanaman MPTS (Multy Purpose Tree species ) di suatu daerah biasanya lebih unggul dalam beberapa hal dibanding jenis tanaman berkayu dengan manfaat  tunggal  baik jenis   endemi maupun  eksotis. Keunggula tersebut antara lain berasal dari habitat aslinyatelah teruji damampu beradaptasi dengan lingkungannyabernilai melestarikan keanekaragaman hayati, dan secara finansial bernila ekonomi yan tingg sert disukai oleh masyarakat. Sehingga jenis-jenis pohon ini akan lebih prospektif memberikan peluang bagi keberhasilan kegiatan rehabilitasi  laha kriti jika  ditawarkan sebaga jenis-jenis  poho yan digunakan untuk rehabilitasiUntuk itulah perlu dilakukan kegiatainventarisasi kekayaan jenis- jenispohon bermanfaat ganda pada jenis- Jenis MPTS (Multy Purpose Tree species ) 
        

Jenis Jenis Tanaman MPTS Multy Purpose Tree Species)

 

Jenis-jenis tanaman serba guna (MPTS) yang paling   umum ditanam oleh masyarakyat adalah durian(Durio zibethinus), rambutan (Nephelium lappaceum), alpukat (Persea americana), nangka (Artocarpus heterophyllus), mangga (Mangifera indica), sirsak (Annona muricata), Petai (Parkia Speciosa), cengkeh (Syzygium aromaticum), jambu air  (Eugenia Jambos),  jambu biji (Psidium guajava) dan lain sebagainya.

 

1. Durian (Durio zibethinus)

Tanaman durian termasuk famili Bombaceae sebangsa pohon kapuk-kapukan. Yang lazim disebut durian adalah tumbuhan dari marga (genus) Durio, Nesia, Lahia,BoschiadanCoelostegia.Durian  merupakan  tanaman  buah  berupa  pohon.  Sebutan durian  diduga  berasal dari istilah Melayu yaitu dari kata duri yang diberi akhiran -an sehingga menjadi durian. Kata ini terutama dipergunakan untuk menyebut buah yang kulitnya berduri tajam. Tanaman durian berasal dari hutan Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan  yang berupa tanaman liar. Penyebaran durian ke arah Barat adalah ke Thailand, Birma, India dan Pakistan. Buah durian sudah dikenal di Asia Tenggara sejak abad 7 M. Nama lain durian adalah duren (Jawa, Gayo), duriang (Manado), dulian (Toraja), rulen (Seram Timur).

 

 

 

2. Rambutan (Nephelium lappaceum)

 Di Indonesia, tanaman rambutan tumbuh menyebar di dataran rendah sampai ketinggian 600 mdpl.   Namun demikian hasil yang baik akan diperoleh pada lahan- lahan  berketinggian  0–250  mdpl,  bercurah  hujan  antar  1.500–2.500  mm/tahun  dan merata sepanjang tahun. Semakin basah suatu daerah, semakin baik pula kualitas pertumbuhan dan pembuahannya.

Pada prinsipnya, rambutan dapat tumbuh di segala tipe namun agar pertumbuhannya maksimal, rambutan di tanah yang subur, gembur serta mengandung sedikit pasir. Salah satu syarat lain, pada keadaan air tanah yang dangkal dan menggenang. Kedaaman air ayang ideal untuk tanaman ini adalah 100-150 cm dari permukaan tanah.

      



3. Alpukat (Persea americana)

 Varietas  alpukat   yang   dikehendaki   adalah   yang  mempunyai   sifat-sifat   : pohonnya   pendek,   kekar   dengan   percabangan   mendatar   dan   tahan  terhadap perubahan keadaan lingkungan, tahan terhadap penyakit busuk akar yang disebabkan oleh pytophora sp dan antraknosa, daya hasil tinggi dan stabil serta tahan penyimpanan dan  pengangkutan.  Alpukat,  dapat  tumbuh  di dataran  rendah  sampai dataran  tinggi (sampai 2.000 mdpl) dengan ketinggian optimum 200–1.000 mdpl. Suhu yang diperlukannya  15  sampai  30  derajat  celcius dengan curah  hujan  rata-rata  setiap tahunnya  1.500–3.000  mm  berkelembaban  udara 50%–80%. Tipe iklim  yang cocok adalah iklim basah sampai dengan agak kering.Tanaman alpukat, toleran terhadap naungan, sehingga cocok ditanam   di lahan pekarangan rumah yang teduh. Aplukat tidak cocok untuk tanah yang tandus. Tanah yang baik untuk pertumbuhannya yaitu yang  banyak  mengandung  bahan organik,  airase  dan  drainase  baik,    pH    5,5–6,5, berjenis  alluvial,  latosol, podzolik  merah  kuning,  grumusol, andosol, dan mediteran merah kuning (Karina, 2012).

    



4. Nangka (Artocarpus heterophyllus)

Nangka merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari India dan menyebar  ke  daerah  tropis  termasuk  Indonesia.Hampir  semua  bagian  tanaman  ini sangat  bermanfaat.  Akarnya  sebagai  obat  diare,  kayunya  bagus  untuk  perkakas, daunnya sebagai pakan ternak dan getahnya untuk obat bisul dan abses. Buah nangka, batang, selain dapat langsung dikonsumsi dengan rasanya yang manis dan baunya yang wangi, juga bisa diolah menjadi aneka makanan, dari mulai dodol hingga kripik. Tanaman nangka dapat tumbuh subur dan berproduksi dengan baik di daerah beriklim tropik/panas   pada areal 700 mdpl. Tanaman ini membutuhkan temperatur minimal antara 16 hingga 21 derajat celcius dan maksimum 31 hingga 32 derajat celcius. Curah hujan yang dibutuhkannya 1.500 hingga 2.400 mm/tahun dengan kelembaban udara (RH) 50%–80 %. Untuk memperoleh pertumbuhan dan produksi yang optimal, pohon nangka membutuhkan tanah liat berpasir, subur, gembur banyak bahan organik, airase dan drainase baik, pH 5 hingga 7,5, serta kedalaman air tanah antara 1–200 cm dari permukaan  tanah. Jenis  tanah  andosol,  latosol  dan  podsolik merah  kuning sangat cocok  untuk  tanam  bergetah  lengket  ini.  Tanaman  ini  bisa diperbanyak dengan cara generatif maupun vegetatif(Rukmana, 2007).



5. Mangga (Mangifera indica)
Mangga  bukan  tanaman  asli  dari  indonesia.  Walaupun  begitu masyarakatsudah menganggap mangga sebagai salah satu tanaman buah-buahan asliIndonesia. Di Indonesia mangga tumbuh baik didaerah dataran rendah yang beriklim panas, tapi juga ditanam sampai dataran tinggi yang beriklim sedang. Mangga   tumbuh   berupa   pohon   berbatang   tegak,bercabang   banyak   dan bertajuk rindang dan hijau sepanjang tahun. Tinggi pohon dewasa bisa mencapai 10–40  meter.  Umur  pohon  bisa  mencapai  100  tahun  lebih.Morfologi  pohon  mangga terdiri atas akar,batang, daun dan bunga.Bunga menghasilkan buah dan biji (pelok), yang secara generatif dapat tumbuh menjadi tanaman baru. Mangga dapat tumbuh dengan baik didataran rendah  ataupun dataran tinggi, daerah panasatau dingin, daerah yang  sedikit  hujan  atau  banyak hujan.  Temperatur dan curah hujan tertentu sangat berpengaruh terhadap produktivitas mangga.Mangga masih dapat hidup dengan sehat pada temperatur 4–10 ºC. Namun kondisi ini bukan temperatur yang baik untuk pertumbuhan dan produksi.Temperatur pertumbuhan optimum untuk mangga berkisar antara 24–27 ºC. Pada kondisi ini pertumbuhan mangga sangat baik untuk produktivitasnya. Didaerah tropis mangga dapat tumbuh sampai daerah pegunungan sekitar 1.3000 m dpl. Hasil terbaik, mangga ditanam didataran rendah samapai pada ketinggian  500   mdpl.   Pembungaan   mangga   dipengaruhi   ketinggian   tanah   dari permukaan laut. Setiap naik   130 m, waktu pembungaan mangga akan tertunda 4 hari. Hal ini seperti letak pohon pada lintang utara   atau selatan didaerah tropis. Setiap tambah satu derajat ke selatan atau ke utara waktu pembungaan manga akan di tunda 4 hari


6. Sirsak (Annona muricata)
Tanaman  sirsak  termasuk  tanaman  tahunan  yang dapat  tumbuh  danberbuah sepanjang tahun, apabila air tanah mencukupi selamapertumbuhannya. Di Indonesia tanaman sirsak menyebar dan tumbuh baikmulai dari daratan rendah beriklim kering sampai  daerah  basah denganketinggian  1.000  meter  dari permukaan  laut  

    



7. Petai (Parkia Speciosa)
Tanaman   petai   berupa   pohon   dengan   ketinggian   antara   5–25   m   dan membentuk percabangan yang banyak. Daun menyirip ganda. Karangan bunga berbentuk bongkol  yang terkulai dengan tangkai  yang panjang,  bunga  yang masih muda dan belum mekar bewarna hijau. Setelah dewasa dan terlihat benang sari dan putiknya, bunga petai berubah menjadi warna kuning. Ukurannya pun menjadi lebih besar, buah berbentuk polong panjang dan pipih. Biji tesusun rapi dalam polong yang menggantung  di  pohon  dan  pada  setiap  polong  terdapat 10–18  biji  .  Setiap  biji diselaputi kulit tipis bewarna putih pada saat biji masih muda dan selaput tersebut akan menjadi bewarna kuning pada saat biji sudah tua. Biji petai yang masih muda agak lunak dan setelah tua menjadi lebih keras. Tanaman ini banyak tumbuh di daerah- daerah yang mempunyai musim kemarau yang tidak terlalu ekstrem  


8. Jambu air (Eugenia aquea)

Jambu air berasal dari daerah Indo Cina dan Indonesia, tersebar ke Malaysia dan pulau-pulau di Pasifik. Selama ini masih terkonsentrasi sebagai tanaman pekarangan untuk konsumsi keluarga. Buah Jambu air tidak hanya sekedar manis menyegarkan, tetapi memiliki keragaman dalam penampilan Tanaman jambu air mempunyai daya adaptasi yang cukupbesar di lingkungan tropis dari dataran rendah sampai tinggi yang mencapai 1.000 m dpl.



masih banyak jenis yang belum disebutkan satu persatu yang bisa dijadikan tanaman MPTS pendmping tanaman kayu-kayuan/tanaman ekonomis..

SALAM LESTARI!!!

 



Senin, 26 Juli 2021

   HASIL HUTAN BUKAN KAYU
Teknik Budidaya JAMUR TIRAM 

 

            Budidaya jamur tiram – budidaya adalah suatu kegiatan yang bermafaat dan memberikan hasil. Budidaya tanaman seperti jamur adalah suatu pemanfaat sumber daya alam, yang dilakukan manusia dengan menggunakan teknologi, modal atau SDA lainnya.

Budidaya jamur tiram adalah salah satu bisnis yang sangat menjanjikan untuk dijadikan peluang usaha, yang beriklim tropis seperti di Indonesia ini. Jamur tiram adalah jenis jamur yang dapat di konsumsi oleh banyak orang, dan aneka olahan dari bahan jamur tiram sangat enak dan memiliki citarasa yang sangat tinggi. Serta hasil dari olahan tersebut banyak digemari oleh anak sekolah mulai dari SD, SMP, SMA, Mahasiswa, serta para orangtua.

Kebutuhan jamur tiram oleh para pembisnis kuliner semakin meningkat, untuk dijadikan olahan masakannya. Oleh karena itu peluang untuk budidaya jamur tiram, berpotensi sangat baik untuk dikembangkan. Peluang usaha jamur tiram bisa di lakukan oleh siapa saja baik untuk pemula, atau dilakukan di rumah sendiri.

Jamur tiram  merupakan salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu yang sekarang ini banyak dibudidayakan oleh masyarakat karena Teknik budidayanya tergolong mudah dan permintaan jamur tiram baik segar dan  maupun olahan banyak diminati oleh konsumen.

   Usaha budidaya jamur tiram dapat dilakukan oleh masyarakat sendiri karena dapat dilakukan memakai teknologi ramah lingkungan memanfaatkan limbah kayu gergaji dengan modal yang relatif rendah. Selain itu akan didapat hasil samping berupa kompos dari sisa media / baglog untuk pupuk tanaman, media tanam jahe dan limbah baglog juga bisa digunakan untuk media budidaya cacing. Dengan demikian budidaya jamur tiram akan dapat mencapai dua tujuan utama dalam pengolahan hasil hutan menuju industri bebas limbah dan sekaligus meningkatkan pendapatan petani sekitar industri pengolahan / penggergajian kayu.

   Salah satu anggota KTH Sido Luhur Desa WidoroKecamatan Pacitan telah membudidayakan jamur sejak 10 tahun yang lalu. Namanya Agro Jamur Pacitan TIRAM SEJATI , Jenis jamur yang dibudidayakan adalah Jamur Tiram Putih,  Anggota ini tidak hanya budidaya jamur tiram saja tetapi juga membuat bibit F2 jamur tiram (starter)

Dari produksi hingga sampai di pakai + selama 7 hari untuk memakai media pipil jagung dan 10 hari untuk beras jagung. Sedangkan untuk Jual baglog nya sudah melayani se kabupaten Pacitan kecuali kecamatan Donorojo

Hasil bibit jamur ini digunakan sendiri dan kalau ada permintaan juga dijual hingga keluar Kecamatan Pacitan, bibitnya stater dibuat sekitar rata rata 60 botol per harinya, Selain bibit jamur anggota ini juga memanfaatkan limbah kayu gergajian yang ada di sekitar tempat tinggal untuk digunakan sebagai media jamur / baglog. Dapat dikatakan ada kerja sama dengan pihak perusahaan penggergajian yang ada di lingkungan sekitar. Sehingga usaha jamur ini sifatnya memanfaatkan limbah serbuk gergaji yang ada di lingkungan sekitar. 

Dalam memproduksi baglog tergantung dari permintaan pelanggan dan kebutuhan sendiri, namun sekali produksi biasanya memakai  takaran kapasitas steamer saja dan sehari bisa steam hingga 640 media baglog

Produksi hasil hutan bukan kayu, jamur tiram ini selain menghasilkan produk juga memiliki manfaat tinggi sebagai sumber pangan sehat juga memiliki nilai ekonomis sehingga bisa menjadi tambahan sumber pendapatan. Produksi saat ini masih tergolong rendah hasil panennya karena sebagian besar media dijual , 

Produksi rata rata jamur ini pada kisaran + 10 - 15 kg per hari, perkiraan dari 5000 media baglog aktif.  Dengan harga Jamur Tiram + Rp. 16.000,- / Kg , diharapkan dimasa pandemi ini dapat mempertahankan kegiatan usahanya, pemasaran juga tidak ada kendala dan mudah- mudahan semakin bertambah banyak kelompok yang terinspirasi untuk membudidayakan jamur ini sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat di masa pandemi ini.








Demikian sekilas tulisan tentang Hasil Hutan Bukan Kayu Jamur Tiram . Semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca.



Sabtu, 26 Juni 2021

PENINGKATAN KAPASITAS PENYULUH KEHUTANAN SWADAYA MASYARAKAT ( PKSM )

PENINGKATAN KAPASITAS PENYULUH KEHUTANAN SWADAYA MASYARAKAT 
( PKSM ) melalui PEMBENTUKAN KOORDINATOR PKSM ( Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat)  di Wilayah Kerja Cabang Dinas Kehutanan Pacitan

Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) adalah pelaku utama yang berhasil dalam usahanya dan warga masyarakat lainnya yang dengan kesadarannya sendiri mau dan mampu menjadi penyuluh

Tugas PKSM
1. Menyiapkan, melaksanakan, mengembangkan kegiatan penyuluhan kehutanan; 
2. Menyusun rencana kegiatan penyuluhan kehutanan; 
3. Melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan secara mandiri; 
4. Berperan aktif menumbuhkembangkan kegiatan penyuluhan kehutanan; 
5. Menyampaikan informasi dan teknologi baru dan tepat guna kepada pelaku utama; 
6. Mengolah data hasil lapangan untuk dijadikan program dan metode penyuluhan kehutanan. 

Rangkaian kegiatan :

Pembentukan koordinator PKSM ( Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat) Lingkup Cabang Dinas Kehutanan di wilayah kerja CDK Pacitan yaitu yang di selenggarakan pada tanggal 8 juni 2021 di Wana Wisata Beiji Park Pacitan. Kegiatan ini adalah awal terbentuknya kelompok kerja di wilayah Pacitan-Ponorogo. 

Di harapkan , setelah terbentuknya koordinasi komunikasi antar PKSM, akan memperlancar komunikasi antar sesama penggerak penyuluh swadaya dalam membantu kinerja PK PNS di lingkup CDK Wilatah Pacitan 

Berawal dari niat dan tekat yang tulus untuk mengabdi pada masyarakat tanpa syarat, tentunya para PKSM selalu dan akan terus memajukan perbaikan SDM Masyarakat di sekitar nya

Sebagai agenda lanjutan yang terlaksana setelah pembinaan PKSM, maka dalam forum ini juga dibicarakan tantangan yang dihadapi serta skema solusinya. 
Salah satu langkah strategisnya yaitu memaksimalkan fungsi organisasi sebagai amunisi memajukan program CDK Wilayah Pacitan, terutama dalam menyebarkan manfaat bagi masyarakat luas, khususnya dalam pengembangan usaha kehutanan.

Acara ini di hadiri jajaran PK PNS dan perwakilan PKSM dari wilayah kerja CDK PACITAN yang meliputi Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Ponorogo. 

Semoga hubungan ini selalu terjalin dengan baik dan menambah wawasan serta kinerja yang lebih baik dalam memajukan para petani hutan dan perekonomian yang selaras dengan kelestarian lingkungan. #salam_lestari 
#pksm_cdkpacitan 
#cdk_pacitan



Pembentukan koordinator PKSM ( Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat) Lingkup Cabang Dinas Kehutanan wilayah Pacitan yang di selenggarakan pada tanggal 8 juni 2021 di Wana Wisata Beiji Park Pacitan.


Pertemuan Pembentukan koordinator juga di ikuti dari PKSM wilayah Ponorogo


Acara ini di hadiri jajaran PK PNS dan perwakilan PKSM dari wilayah kerja CDK PACITAN yang meliputi Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Ponorogo


 
POTRET BERSAMA PKSM
Jika PKSM terus didorong dan diberdayakan, diharapkan program peningkatan kapasitas terkait isu kehutanan akan berjalan lebih efektif dan efisien  sehingga berdampak positif terhadap situasi ekonomi keluarga petani serta kelestarian fungsi hutan dan lingkungan.










Kamis, 20 Mei 2021

STUDY BANDING / WIDYA KARYA

DALAM RANGKA PENINGKATAN KAPASITAS DAN KOMPETENSI PENYULUH KEHUTANAN Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan

Dalam Rangka  Peningkatan Kapasitas Penyuluh Kehutanan CDK Wilayah Pacitan,  Pada Hari selasa tanggal 06 April 2021 dilaksanakan kegiatan study banding/widya karya kepada kelompok sasara

Tujuannya adalah :
Melakukan kegiatan study banding/widya karya kepada kelompok sasaran: widya  karya  di  KTH  Madu  Sari  Dusun  Ngrandu,  Desa  Katongan, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, DIY. dengan harapan agar dapat dikembangkan di wilayah kerja Penyuluh Kehutanan Wilayah Pacitan (Pacitan-Ponorogo)


Hasil Kegiatan : 
Terlaksananya kegiatan study banding/widya karya kepada kelompok sasaran yang pelaksanaannya widya karya di KTH Madu Sari Dusun Ngrandu, Desa  Katongan,  Kecamatan  Nglipar,  Kabupaten  Gunung  Kidul,  DIY. Notulen dan Bukti Kegiatan lainnya sebagai berikut :

·  Awal mula budidaya LebaMadu Lanceng di Dusun Ngrandu, Katongan, Nglipar, Gunung

   Kidul, DIYadalah sejak tahun 2005 dan berkembang hingga sekarang.

·  Budidaya tidak terpusat pada satu area tetapi tersebar di sebanyak 60 titik budidaya yang berlokasi di rumah anggota. Total saat ini anggota terdaftar KTHR Madu Sari sebanyak 60 orang dengan anggota akti30 orang. Tiap rumah terdiri dari 5-10 sarang koloni berupa bejana tanah liat/kendhil.

·  Pemilihan bejana tanah liauntuk media pembiakkan yaitu karena kendil/bejana karena 

     lebih bersidibanding bumbu bambu/kayu sehingga madu yang dihasilkan lebih baik.

·  Produk Lebah Lanceng selain madu, yaitu : propolis, bee pollen dan royal jelly.

·  Adapun volume rata-rata madu yang dihasilkan sebanyak 100-250 ml per tiga bulan, sementara musim penghujan mencapai 2 liter dapat dihasilkan oleh 200 stups arang yang ada di sentra produksi.

·  Propolis adalah lilin sarang/pulut/tlutuh koloni lebah, produktivitasnya 2 kg per tahun tergantung

     vegetasi

·  Faktor  yang  paling  berpengaruh  dari  pengembangan  lebah  lanceng  adalah  sediaan

    pakan  berupa vegetasi. Semakin melimpa vegetasi yang tersedia maka akan semakin

     meningkat produktivitas.

·  Keunggulan madu dari lebah lanceng adalah dipercaya memiliki banyak khasiat utk kesehatan di      bandinjenis madu lokal (Cerana).Produktivitas cenderung lebih sedikit, dari pada lebah 

     biasa. Rasa:madlanceng relatif manis, asam, pahit dan dengan tekstur cenderung encer.        Tekstur dapat mengental jika diletakkan di suhuruangan di tempat/wadah terbuka.

·  Perbedaan kandungan madu lanceng dengan madu yaitu pada enzimnya. Enzim yang ada pada madu lokal yaitu sebanyak 2 enzim, yaitu glukosa dan sukrosa. Sementara pada madu lanceng terdapat 6 enzim.Varias ienzim tersebut berpengaruh pada rasa asam yang dihasilkan oleh madu ketika dikonsumsi setelah lebih dari 3 bulan.

  · Pengembangan koloni dilakukan dengan pemisahan koloni. Hal yang perlu diperhatikan saat pemindahan adalah memastikan bahwa telah tersedia cukup banyak lebah pekerja dengan dua ratu (ratu yang lama dancalonratu)   selanjutnya   mengamankan   salah   saturatu   ditempat   yang   baru   dengan   steril (terbebasdarilalat maggot). Jarak pemindahan dan penempatan juga perlu diperhatikan, minimal 15 meter agar koloni terpisah dengan baik.

  · Parameter pemanenan : adalah pada koloni penampa nggelembung sarang madu telah tertutup sempurna biasanya ditandai dengan bulatan tertutup sempurna berwarna gelap. Secara alami, predator dari pengembanngan lebah lanceng adalah semut, sehingga perludi perhatikan saat pengambilan madu dari sarang.

  ·  Proses pemanenan bee pollen dan propolis dilakukan dengan pengambilan manual. Untuk bee pollen dilakukakan pemanenan terbatas yaitu baru akan dipanen ketika ada permintaan, selebihnya dibiarkan pada sarangnya. Sementara untuk propolis pemanenan adalah dengan manual diambil lilin sarang/ pulut/ tlutuh untuk bahan propolis. Pengolahan lebihlanjut bertujuan untuk pengawetan dilakukan dengan ketentuan 1 kg bahan propolis direbus dengan 5 liter air. Selanjutnya disaring untuk memishkan dengan residu lilin hingga tersisa 2 liter kemudian proses pengemasan.

  ·  Perawatan secara keseluruhan dalam budidaya lebah lanceng adalah dengan penyediaan pakan dan penanggulangan dari hama predator. Penyediaan pakan meliputi :pengembangan vegetasi di sekitar lokasi koloni dengan berbagai tanaman berbunga antara lain kaliandra, kelapa, pisang, danbunga air mata pengantin. Penanggulangan dari hama predator antara lain semut, cicak, bunglon, laba laba dan lebah yang lain. Salah satu teknik mengatasinya yaitu dengan disemprot cairan tembakau, deterjen dan cabai yang diterapkan untuk mengatasi hama cicak.

 ·  Produk dari Klanceg

     1. Madu Klanceng

2. Propolis Cair (yang diperoleh dari melarutkan propolis dengan air)

3. Bee Polen

4. Ekstrak Propolis

5. Klanceng Putih

6. Propolis Putih



Lokasi Study Banding / Widya Karya
Di Dusun Ngrandu, DesKatongan, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, DIY


Foto Bersama Peserta PKSM dari Pacitan

Foto Bersama Peserta PK Cabang Dinas Kehutanan Wil Pacitan

Bpk Sugeng Apriyanto Narasumber dari KTH Madu Sari Gunung Kiduli 
di Ruang Pertemuan Kelompok Budidaya Madu Lanceng, 

Praktek pemindahan koloni lanceng

                                                   Praktek pemindahan koloni lanceng


                                                      Produk Turunan dari Lebah Lanceng









USAHA PELESTARIAN SUMBERDAYA ALAM di DESA SAMBONG KECAMATAN PACITAN Usaha Pelestarian Sumberdaya Alam (UPSA) adalah  merupakan salah satu mo...