Selasa, 24 Oktober 2023

PENYEBAB KEBAKARAN HUTAN DAN CARA - CARA PENCEGAHANNYA.

Kebakaran hutan adalah salah satu bencana yang disebabkan oleh faktor alam atau perbuatan manusia. Kebakaran hutan dapat menimbulkan banyak dampak buruk, seperti kerusakan lingkungan hingga timbulnya penyakit pada makhluk hidup. Kebakaran hutan juga merupakan suatu peristiwa terbakarnya hutan baik secara alami maupun oleh perbuatan manusia, sehingga mengakibatkan kerusakan lingkungan yang menimbulkan kerugian ekologi, ekonomi, sosial budaya dan politik. Kebakaran hutan umumnya terjadi pada musim kemarau, baik di dalam kawasan hutan yang menjadi kewenangan pemerintah maupun pada lahan-lahan milik masyarakat.

Kebakaran hutan adalah kebakaran yang meluas dengan cepat dan tidak terkontrol. Besarnya api pada kebakaran dapat diperparah dengan embusan angin yang bisa memusnahkan lahan dan hewan di dalamnya dalam hitungan menit.





Penyebab Kebakaran Hutan

Faktor penyebab kebakaran hutan terbagi menjadi dua, yaitu karena kejadian alam dan ulah manusia. Berikut ini adalah poin-poin penyebab kebakaran hutan.                              Faktor Alam:

1. Sambaran petir 2. Lelehan lahar gunung api 3. Gesekan antara pepohonan yang kemudian menimbulkan percikan api 4. Musim kekeringan yang panjang 5. Suhu panas yang mulai membakar ranting atau dedaunan kering yang kemudian meluas karena adanya tiupan angin, serta curah hujan yang rendah. 6. Faktor Perbuatan Manusia 7. Pembakaran sampah di dalam hutan 8. Membuang puntung rokok di area hutan 9. Penebangan pohon sembarangan 10. Pembukaan lahan dengan cara membakar hutan 11. Tidak melakukan reboisasi (penghijauan kembali) usai menebang pohon 12. Adanya bara pada api unggun yang masih menyala dan tidak sepenuhnya mati/padam.

Penyebab-penyebab kebakaran hutan tersebut akan menimbulkan bencana kebakaran hutan yang sulit dikendalikan saat didukung oleh faktor cuaca berupa kemarau  panjang. Seperti kebakaran hutan hebat yang terjadi pada tahun ini yang telah menjadi salah satu bencana alam yang sangat merugikan baik bagi manusia dan kerugian ekologi, ekonomi, sosial budaya dan politik

Cara Mencegah Kebakaran Hutan
Setelah mengetahui penyebab kebakaran hutan, masyarakat dapat melakukan sejumlah cara untuk mencegah terjadinya peristiwa tersebut. Berikut adalah poin-poin pencegahan kebakaran hutan.

Setelah mengetahui apa saja penyebab kebakaran hutan, lalu upaya apa yang bisa dilakukan untuk mencegah kebakaran hutan?
Penyuluhan kebakaran hutan di setiap desa sekitar kawasan hutan
Melakukan upaya berupa pencegahan, pemadaman dan penanganan pasca kebakaran hutan dan lahan
Tidak melakukan pembukaan lahan atau penyiapan lahan penanaman dengan cara membakar
Tidak meninggalkan bekas api unggun dalam keadaan bara api yang masih menyala
Tidak membuang puntung rokok di hutan
Tidak menebang pohon sembarangan
Tidak membuang sampah sembarangan
Hindari membakar sampah di lahan atau hutan terutama saat angin kencang
Setelah selesai melakukan pembakaran, pastikan api benar-benar sudah padam sebelum meninggalkan lokasi pembakaran. 

Dengan menerapkan langkah-langkah cara menanggulangi kebakaran hutan secara tepat, masyarakat dapat membantu menanggulangi kebakaran hutan. Tentunya juga dapat melindungi ekosistem hutan serta masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Salam Lestari !!

Jumat, 15 September 2023

Upaya Rehabilitasi Hutan dan Lahan melalui Usaha Pelestarian Sumber Daya Alam (UPSA)

Kegiatan pertanian lahan kering yang tidak memperhatikan tindakan konservasi tanah dan air telah begitu banyak menimbulkan masalah seperti adanya penurunan kesuburan tanah, erosi, kepunahan flora dan fauna, banjir, kekeringan dan bahkan perubahan lingkungan global. 
 
UPSA adalah merupakan Usaha Tani Konservasi pada sebidang lahan kering yang dipergunakan sebagai tempat untuk memperagakan teknik teknik konservasi tanadan air  yanantara lain  pembuata teras dan saluran pembuangan air serta intensifikasi usaha tani yang baik dengan memperhatikan kemampuan dan kesesuaian lahan yang bersangkutan.

Pengelolaan lahan yang tidak bijaksana sering menjadi penyebab meluasnya lahan kritis, terjadi erosi, banjir dan kekeringan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2023 akan meningkatkan upaya rehabilitasi  hutan dan lahan secara komprehensif  untuk mempercepat penanganan  kondisi DAS Grindulu melalui program Rehabilitasi Hutan dan Lahan
Program kegiatan ini meliputi upaya rehabilitasi hutan dan lahan dengan melaksanakan metode konservasi tanah dan air dengan kegiatan sipil teknis, vegetatif, dan agronomi, berupa kegiatan pembuatan / perbaikan teras dan saluran pembuangan air serta penanaman pohon. Penyelenggaraan program ini dilakukan melalui kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan berbasis masyarakat. Kegiatan ini di laksanakan di Desa Sambong Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan Tahun anggaran 2023

Maksud pelaksanaaKegiatan Usaha Pengelolaan Sumber Daya Alam (UPSA) ini adalah Kegiatan Usaha Pengelolaan dalam lingkup wilayah kerja BPDAS Solo tahun 2023 di Kabupaten Pacitan yang realistis dan mudah dilaksanakan di lapangan yang memperhatikan situasi dan kondisi setempat
Hasil identifikasi dan pengukuran calon lokasi Usaha Pengelolaan Sumber Daya Alam (UPSA) menunjukkan bahwa lokasi tersebut berada di Blok Sengon, Desa Sambong, Kec. Pacitan Kab. Pacitan, berupa pertanian lahan kering (tegal) seluas 10 ha. Jenis komoditi yang ditanam antara lain : sengon dan alpukat serta tanaman semusim berupa kacang tanah




Salah satu cara pelestarian lingkungan alam adalah dengan pembangunan berkelanjutan
Dalam kehidupan manusia, mereka membutuhkan banyak hal guna mencukupi kehidupan. Salah satu yang menjadi penyumbang terbesar bagi kelangsungan hidup manusia adalah sumber daya alam yang melimpah, 
Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan untuk melestarikan alam:

1. Cara menjaga kelestarian sumber daya alam hayati

  • menanam lebih banyak pohon
  • melestarikan tumbuhan serta hewan-hewan langka
  • merawat dan menjaga hutan yang mempunyai banyak pohon untuk kehidupan
  • melakukan tebang pilih dan tidak membakar hutan demi membuka lahan
  • memberikan makan secara rutin kepada hewan yang diternak

2. Cara menjaga kelestarian sumber daya alam non hayati

  • memakai kendaraan umum dibanding kendaraan pribadi guna mengurangi polusi udara
  • menghemat penggunaan air
  • tidak melakukan eksploitasi terhadap sumber daya tambang (minyak bumi, batu bara, emas)
  • tidak mencemari lingkungan dengan membuang limbah ke sungai atau laut
  • melakukan penambangan pada tempat yang tepat, yang telah ditentukan untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan sesama serta kelestarian alam.

Itulah berbagai hal mulai dari pengertian sumber daya alam sampai dengan cara untuk melestarikannya. Seperti yang telah disebutkan di atas, ada banyak macam sumber daya alam beserta contohnya.

Baik yang hayati maupun non hayati sangatlah penting untuk dilestarikan. Sebab jika SDA yang dimiliki habis, manusia pun akan kesulitan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Untuk memahami lebih jauh tentang Sumber Daya AlamDari berbagai pengertian yang telah disebutkan, maka dapat disimpulkan bahwa sumber daya alam yakni segala macam hal yang berasal dari alam yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dan mensejahterakan kehidupan. Sebagai sebuah ekosistem, maka sumber daya alam ini wajib untuk dilestarikan. 

Pemanfaatan dan pengelolaan nya juga perlu dilakukan dengan baik agar dapat menunjang keberlangsungan hidup manusia secara optimal. Jadi, penting untuk selalu mengadakan perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan, dan pengawasan SDA yang terpadu.
Salam Lestari !!!











Jumat, 14 Juli 2023

TEKNIK PEMBIBITAN MANGROVE             



Pembuatan Bedeng                                                                                                                 Tahap pertama dalam penanaman mangrove yaitu pembuatan bedeng. Lokasi pembuatan bedeng, dipilih yang berdekatan dengan lokasi penanaman mangrove. Hal ini, bertujuan untuk mempermudah distribusi bibit mangrove pada saat penanaman. Selain itu, harus diperhatikan juga tentang kondisi lingkungan, seperti tipe pasang surut di lokasi bedeng. Informasi mengenai kondisi pasang surut yang tepat sangat dibutuhkan untuk menjaga sirkulasi air dan mengenali pola penggenangan di bedeng. Mengingat pembangunan bedeng sangat tergantung dengan pasang surut, maka suatu lokasi yang tidak memiliki pola sirkulasi pasang surut yang baik, sudah seharusnya tidak dipilih sebagai lokasi peletakan bedeng.

Perlakuan Benih                                                                                                                            Setelah diambil dari sumbernya, buah mangrove kemudian diletakkan di tempat yang terlindung. Buah mangrove bisa diletakkan sementara di bedeng atau di pohon indukannya. Bibit mangrove kemudian diberikan perlakuan sedemikian rupa sehingga pada saat disemaikan bisa mencapai ketahanan hidup yang maksimal. Secara sederhana, buah mangrove yang ditemukan di lapangan biasanya terdiri dari dua tipe, yaitu tipe propagul dan tipe buah bulat. Tipe propagul berbentuk bulat – lonjong – memanjang dan tipe buah bulat berbentuk bulat dengan variasi bulat lancip seperti pada jenis Avicennia spp dan bulat penuh yang terdepat pada Sonnerita spp. Kedua tipe benih mangrove ini mendapatkan perlakuan yang sama setelah dipetik dari lapangan, yaitu direndam kurang lebih dua hari atau menyesuaikan dengan jarak waktu antara pembibitan dan penanaman, sebelum kemudian disemaikan di bedeng.              Setelah diisi lumpur, lipat bagian atas polybag ke bagian luar dengan tujuan pada saat surut dan cuaca kering, Kristal –kristal garam air laut tidak terjebak di dalam polybag yang bisa menghambat pertumbuhan benih                          Selanjutnya, tanam benih mangrove yang telah dipilih dan berkondisi baik ke dalam sedimen dengan kedalaman yang cukup.Setelah itu, masukkan satu per satu polybag yang sudah terisi dengan benih – benih mangrove tersebut ke dalam bedeng. Sebaiknya diusahakan agar satu buah bedeng bisa digunakan untuk satu jenis mangrove saja, agar mempermudah distribusi pada saat pengambilannya di tahap penanaman mangrove.

Pembibitan        




                                                                                                                        Selanjutnya, lumpur yang digunakan pada tahap pembibitan ini, sebaiknyadiambil dari sekitar lokasi penanaman. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan ketahananhidup benih sewaktu pembibitan. Bedeng persemaian yang dipergunakan bisa disesuaikan dengan tiga buah jenisbedeng yang ada diatas.Tahap pembibitan dilakukan setelah tahap perlakuan bibit selesai. Pembibitan dilakukan dengan cara sebagai berikut :               
1. Ambil polybag, lalu isi dengan lumpur yang ada disekitar bedeng. 
2. Isi poly bag dengan sedimen, tetapi jangan terlalu penuh melainkan 3/4 dari isi poly bag 
3. Setelah diisi lumpur, lipat bagian atas polybag ke bagian luar dengan tujuan pada saat surut dan cuaca kering, kristal - kristal garam air laut tidak terjebak di dalam polybag yang bisa menghambat pertumbuhan benih mangrove 
4. Selanjutnya, tanam benih magrove yang telah dipilih dan berkondisi baek ke dalam sedimen dengan kedalaman yang cukup.
5. Jangan lupa untuk menanam benih Ceriops, Sonneratia dan Avicennia ke dalam polybag kecil dan benih Rhizopora dan Bruguiera kedalam polybag yang berukuran besar. 
6. Setelah itu, masukkan satu per satu polybag yang sudah terisi dengan benih-benih mangrove tersebut ke dalam bedeng. Sebaeknya diusahakan agar satu buah bedeng bisa digunakan untuk satu jenis mangrove saja, agar mempermudah distribusi pada saat pengambilannya di tahap penaanaman mangrove

Di Indonesia ada sekitar 75 spesies mangrove. Beberapa jenisnya yang mudah ditemui adalah api-api (Avicennia), pedada (Sonneratia), bakau (Rhizophora) dan tanjang (Bruguiera). Berikut ini adalah langkah melaksanakan pembibitan.


Pengambilan Buah

Gambar 2. Buah Mangrove
Gambar Buah Mangrove

Gambar (a) bakau besar/laki (R. mucronata), (b) tumu/ tanjang/bius (B. gymnorrhiza), (c) bakau kecil/bini (R. apiculata), (d) api-api (Avicennia sp.), (e) pedada (Sonneratia sp.).
Bagian buah atau propagul diambil dari mangrove yang berumur delapan hingga sepuluh tahun. Buah yang baik adalah buah yang bebas dari serangan hama. Ciri-ciri buah api-api yang digunakan, yaitu berwarna putih kekuningan dan kulit buah sedikit mengelupas. api-api (A. alba) berwarna coklat kekuningan. Buah prepat (Sonneratia alba) berwarna hijau tua dan pedada (S. caseolarist) berwarna kekuning-kuningan. Buah disimpan dalam ember berisi air agar terjaga kesegarannya selama 1-2 hari. Serta jauhkan dari terik sinar matahari.

Penanaman Buah

Sebelumnya disiapkan polybag berukuran 15 x 20 cm. Kemudian dimasukkan lumpur sebanyak 2/3 bagian polybag. Pada tiap polybag dimasukkan masing-masing satu benih (buah) mangrove. Lakukan perawatan hingga benih berumur 3-4 bulan.

Banyaknya tanaman mangrove yang mati pada tahap pembibitan baik yang disebabkan oleh faktor alam seperti hama serangga. 

Persentase ketidakberhasilan pembibitan mangrove disebabkan oleh faktor alam seperti hama serangga sangat besar. Hal tersebut disebabkan sulit pencegahan dan penanggulangannya. Karena informasi data mengenai jenis hama serangga pada kawasan pembibitan sangat dibutuhkan untuk menganalisa keberhasilan program pembibitan

SALAM  LESTARI ... !!

USAHA PELESTARIAN SUMBERDAYA ALAM di DESA SAMBONG KECAMATAN PACITAN Usaha Pelestarian Sumberdaya Alam (UPSA) adalah  merupakan salah satu mo...