Rabu, 29 Maret 2023

GERAKAN PENANAMAN SERENTAK DI DESA                      DALAM RANGKA HARI DESA ASRI NUSANTARA DAN HARI BAKTI RIMBAWAN


Sebagai upaya menjaga bumi dari pemanasan Global yang sudah menjadi ancaman nyata di depan mata, dan perlu di antisipasi bersama oleh karenanya kegiatan ini secara simbolis dilakukan dan terselenggara Aksi penanaman pohon serentak pada Rabu 15 Maret 2023 terselenggara di Kecamatan Pacitan, tepatnya di Desa Sedeng, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan. Giat ini dalam rangka menyambut hari Bakti Rimbawan (16 Maret 2023) serta sebagai realisasi surat Kementrian Pedesaan dan Kementerian Desa, Pembangunan, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, mengenai edaran untuk memperingati Hari Desa Asri Nusantara 2023 yang menghimbau tiap Desa hingga unit terkecil KK untuk menanam pohon serentak                              

Diawali apel, kegiatan penanaman ini melibatkan seluruh pihak meliputi:

1. Camat & jajaran Forkopimca Kecamatan Pacitan
2. Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan
3. Kapolsek dan ibu Bhayangkara
4. Koordinator Penyuluh Kehutanan, Penyuluh Pertanian, Penyuluh Perikanan dan      Penyuluh KB
5. Kepala UPT Puskesmas, Kepala KUA Pacitan dan Koordinator TK & SD
6. Komandan Kamladu
7. Danramil Pacitan
8. IPKINDO DPD Pacitan
9. Kepala Desa Sedeng
10. Forkopimdes dan Karang taruna Sedeng
11. Babinsa dan Babinkamtibmas
12. Saka Wanabakti Cabang Pacitan
13. Warga masyarakat

Desa Sedeng sendiri merupakan daerah tangkapan air hujan. Dengan adanya penanaman ini sekaligus dalam rangka sosialisasi kepada masyarakat untuk tanggap pencegahan bencana melalui giat mengoptimalkan fungsi lahan khususnya lahan tidur yang ada. Sasaran lokasi di lahan tanah desa seluas 3 ha ditanami lebih dari 200 batang meliputi jenis Alpukat, Matoa, Pete, Beringin, Jambu mete dan Nangka. Mensukseskan giat ini CDK Wilayah Pacitan juga menyalurkan persediaan bibit menuju titik² pelaksanaan gerakan penanaman di lingkup kabupaten Pacitan.

Dengan demikian semakin luas yang tergerak ikut serta dalam upaya pemeliharaan dan perlindungan hutan, terlaksana sarana mengedukasi diri dan orang lain tentang pentingnya membangun, menjaga dan melestarikan hutan dan kehutanan di Indonesia. Sejalan dengan tema Peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke-40 "𝘏𝘪𝘫𝘢𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘉𝘶𝘮𝘪 𝘉𝘪𝘳𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘓𝘢𝘯𝘨𝘪𝘵"

Penyerahan bibit alpokat dari CDK Ke Kades Sedeng untuk acara Gerakan Penanaman
Bibit di angkut menuju lokasi

Aksi penanaman pohon serentak pada Rabu 15 Maret 2023 terselenggara tepatnya 
di Desa Sedeng, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan
Bersama Penyuluh Kehutanan turut serta menanam
Penanaman di lakukan bersama anggota KTH Gamelina Indah Desa Sedeng
Potret Bersama, Penyuluh Kehutanan, CDK Wilayah Pacitan pada acara Gerakan Penanaman








Sabtu, 28 Januari 2023

 FAKTA HUTAN MANGROVE DI JATIM 
 TERLUAS DI PULAU JAWA


Upaya Pemprov Jawa Timur dan pegiat mangrove yang tak kenal lelah melakukanpenanaman mangrove di banyak titik di penjuru Jawa Timur membuahkan hasil membanggakan
 
Berdasarkan Peta Mangrove Nasional Tahun 2021, Jawa Timur menempati urutan teratas sebagai provinsi dengan luas hutan mangrove terluas di Pulau Jawa. Total, Jatim memiliki luas hutan mangrove sebesar 27.221 Ha.

Dengan luasan tersebut, jika dipersentase, sebesar 48% dari hutan mangrove se-Jawa adalah hutan mangrove Jawa Timur. Dengan komposisi mangrove kerapatan lebat sebesar 47,26%, mangrove kerapatan sedang 46,08%, dan mangrove kerapatan jarang 6,66%.

Selain mangrove eksisting yang sudah ada, berdasarkan sumber data yang sama Jawa Timur juga memiliki potensi mangrove terluas se-Jawa dengan 51.557 Ha atau sekitar 35%.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bahwa keaktifan menanam mangrove sengaja dilakukan sebagai upaya nyata Pemprov Jatim bersama seluruh elemen di Jatim dalam rangka menurunkan emisi gas rumah kaca.

“Menanam mangrove adalah upaya kita bersama untuk mewujudkan Net Zero Emission di tahun 2060. Alhamdulillah dengan terus menanam di sangat banyak titik di kabupaten kota di Jatim, saat ini hutan mangrove Jatim merupakan yang terluas di Pulau Jawa,” tegas Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Kamis (19/1/2023)

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan bahwa berdasarkan hasil studi para ilmuwan, sumber emisi di Indonesia terbesar berasal dari sektor kehutanan terkait perubahan fungsi hutan dan lahan. Selain itu juga sektor energi, pertanian, indutri dan penggunaan produk serta limbah.

Berdasrkan data BPS Tahun 2019 bahwa sektor kehutanan memberikan kontribusi emisi sebesar hampir 925 Juta ton CO2e. Sementara penggunaan energi sebesar 638,81 Juta ton CO2e, limbah 134,12 Juta ton CO2e, pertanian 108,60 Juta ton CO2e dan industri serta penggunaan produk sebesar 60,18 Juta ton CO2e










#salamlestari

#SegertanpoAC

#sedekahoksigen

Terus Dukung Upaya Pelestarian Mangrove, Net zero Emissions2060











Senin, 28 November 2022

 

KONSERVASI SUMBER DAYA AIR



Konservasi sumber daya air adalah upaya memelihara keberadaan serta keberlanjutan  keadaan, sifat, dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk kebutuhan makhluk hidup, baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang.

Konservasi sumber daya air ini tidak hanya sebatas air yang ada di permukaan tanah saja, tetapi juga yang ada di bawah permukaan tanah. Pengelolaan sumber daya air yang pemanfaatannya dilakukan secara bijak perlu dilakukan untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainy

Perlindungan dan pelestarian sumber air ditujukan untuk melindungi dan melestarikan sumber air beserta lingkungan keberadaannyterhadap kerusakan atau gangguan yang disebabkan oleh alam, termasuk kekeringan dan yang disebabkan oleh tindakan manusia.

Metode pelestarian sumber daya air yang dapat dilakukan melalui pendekatan sosial, ekonomi, dan budaya, adalah sebagai berikut:


1. Metode Vegetatif


Metode ini menggunakan tanaman, tumbuhan ataupun sisa tanaman sedemikian rupa sehingga dapat mengurangi laju erosi. Pelestarian dengan cara ini melalui:


a. Pengurangan daya rusak butiran air hujan yang jatuh,

    karena intersepsi oleh daun atau tajuk tanaman.

b. Air permukaan dapat berkurang karena meningkatnya

    kapasitas infiltrasi oleh akar tanaman 

c. Memperlambat aliran air permukaan karena meningkatnya

    panjang lintasan aliran permukaan oleh tanaman 

d. Daya rusak aliran air lebih rendah dikarenakan kecepatan aliran

    yang melambat karena kekasaran permukaan



2. Cara Mekanis


Prinsip metode ini adalah mengurangi banyaknya butiran tanah yang hilang karena erosi serta memanfaatkan air hujan yang jatuh seefisien mungkin, mengendalikan kelebihan air saat musim hujan kemudian menyediakannya saat musim kemarau. Fungsi dari metode ini antara lain: 


a.Memperlambat aliran air. 

b.Menampung dan mengalirkan aliran air permukaan, sehingga

   tidak merusak

c.Memperbesar kapasitas infiltrasi air ke dalam tanah

d.Penyediaan air bagi tanaman

e.Metode ini dapat dilakukan antara lain dengan pengolahan

   tanahmenurut garis kontur, pembuatan terasering, pembuatan

   saluranair, pembuatan dam pengendali, pembuatan embung

   maupun waduk




3. Metode Kimiawi


Metode ini pada prinsipnya adalah memperkuat struktur permukaan tanah dengan mencampur bahan kimiawi atau pemantap tanahsehingga tidak mudah tererosi oleh butiran atau aliran air hujan. Penggunaan bahan kimiawi tetap harus memperhatikan sifat-sifat berikut ini: 
a. Bersifat adhesif dan dapat bercampur dengan tanah secara
    merata 
b. Dapat merubah sifat hidropobik tanah
c. Meningkatkan kemampuan tanah dalam menahan air 
d. Daya tahan yang baik
e. Tidak beracunBerbagai jenis bahan pemantap tanah yang sering
    dipakai antara lain polylinyl acetatepolyvinyl pyrrolidone, aspalt,
    latex, dan sebagainya


Salam Lestari.. 

   

Jumat, 07 Oktober 2022

 

MEDIA PENYULUHAN KEHUTANAN

AKSI GERAKAN MENANAM

dalam rangka

TANGGAP BENCANA DI KECAMATAN PACITAN


Gerakan menanam aksi mitigasi dalam rangka tanggap bencana bersama Forkopimca Pacitan yang pelaksanaannya dilakukan pada hari jumat tanggal 07 Oktober 2022 berlokasi di Lingkungan Pucangrejo, Kel Pucangsewu, Kecamatan Pacitan berjalan dengan lancar.  
Bergabung  dalam kegiatan tersebut :
1. Kepala Dinas PUPR
2. Kepala Dinas Lingkungan Hidup
3. Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan
4. Kapolsek serta Danramil 
5. Camat Wilayah Kecamatan Pacitan
6. Lurah Kelurahan Pucangsewu
7. IPKINDO CDK Wilayah Pacitan
8. Darma Wanita CDK Wilayah Pacitan
9. Saka Wana Bakti Ranting Pacitan
10. Warga Masyarakat setempat
     Kegiatan penanaman ini ke depannya sebagai langkah antisipasi atas terjadinya longsor, genangan luar biasa di beberapa titik di area kecamatan kota yang cukup meresahkan dan begitu menghambat mobilitas masyarakat.
Pemilihan lokasi tanam adalah area rawan bencana di Kel. Pucangsewu, sedangkan bibit yang di   tanam yaitu jenis asam jawa sebanyak 250  batang    bersumber dari bedengan yang ada di CDK Wil Pacitan

                                         Distribusi bibit ke lokasi


    


Oleh Lurah Pucangsewu :  Aksi Penanaman


Penanaman Oleh Bapak Ka. CDK Wil Pacitan








Bersama, Forkopimca, Lintas sektoral terkait, Penyuluh Kehutanan, saka wanabakti 

dan masyarakat setempat

Menanam Pohon dimaksudkan untuk memberikan kesadaran dan kepedulian kepada masyarakat tentang pentingnya pemulihan kerusakan sumber daya hutan dan lahan melalui penanaman pohon. 
Dengan adanya penanaman ini diharapkan menjadi inspi rasi gerakan bersama, upaya ruwat jagat, melestarikan lingkungan serta sebagai bentuk komitmen CDK Wilayah Pacitan untuk terus bersi 
nergi memberi dukungan penuh adanya kegiatan melesta 
rikan hutan



SALAM LESTARI  !!!

   




Senin, 26 September 2022

 

MEDIA PENYULUHAN KEHUTANAN

TANAMAN PRODUKTIF DAN MANFAATNYA


Tanaman Produktif adalah   semua jenis tanaman yang memiliki fungsi selain kayu, contohnya adalah tanaman yang dapat menghasilkan buah untuk dikonsumsi, daun-daunan untuk pakan ternak serta ranting dan dahan untuk kayu bakar, sehingga dapat dimanfaatkan oleh manusia. Tanaman produktif lebih cenderung memiliki sifat konservatif, karena tanaman tersebut jarang ditebang oleh masyarakat. Sehingga disamping memiliki fungsi ekonomis juga memiliki fungsi ekologi. 


Di Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan tiap tahun memberikan bantuan bibit produktif untuk Kelompok Tani Hutan ( KTH ) sesuai dengan permintaan dari masyarakat. Sebelum mendapatkan bibit produktif terlebih dahulu harus membuat proposal pengajuan bibit tanaman produktif yang ditujukan ke BPDASHL Solo. Adapun jenis tanaman produktifnya adalah : Alpukat, Aren, Kelengkeng, Rambutan, Matoa, Jambu Air, Pete, Mangga, Nangka, Sukun, Jeruk dan lain-lain.


BANTUAN TANAMAN PRODUKTIF


Tanaman  produktif  biasanya  ditanam  di antara tanaman kayu kayuan atau  ditanam  di  area  pekarangan rumah  dan  kebun.  Dimana  persentase tanaman kayu lebih besar dibandingkan dengan tanaman produktif.


JERUK KEPROK


JAMBU AIR


MATOA


Tanaman Produktif ini juga cocok digunakan untuk tanaman penghijauan karena jenis tanaman produktif termasuk tanaman yang cepat tumbuh. Contoh tanaman produktif untuk penghijauan adalah : Tanjung, Gayam, Kepuh dan lain- lain.


Disamping itu tanaman produktif juga dapat ditanam di sekitar sumber mata air sebagai pelindung sumber mata air dan penyimpan air.  Diantara jenis tanaman produktif yang biasa di tanam di sekitar sumber mata air adalah Aren dan Picung. Pohon Aren memiliki akar serabut yang kuat sehingga merupakan tanaman penahan longsor. Jika disekitar sumber mata air terdapat pohon aren dalam jumlah banyak dan bahkan dapat tumbuh berdampingan dan memiliki akar   yang   besar   maka   tanaman   ini   dapat   menyimpan   air   dan   dapat memunculkan sumber mata air baru


BIBIT AREN


POHON AREN



Dalam pembuatan Kebun Bibit Rakyat ( KBR ) tanaman produktif juga masuk  dalam  kebutuhan  bibit  yang  harus  ada.  Untuk  jumlah  bibit tanaman produktif  yang  masuk  dalam  kegiatan  KBR  adalah  ±  10  persen  dari  bibit tanaman  kayu-kayuan.  Dengan  adanya  pembuatan  bibit  tanaman  produktif maka  mendidik  masyarakat  untuk  menanam  tanaman  dengan  penanaman secara  heterogen  yaitu  menanam  tanaman  produktif  atau  buah  diantara tanaman kayu sehingga nantinya diharapkan masyarakat mendapatkan nilai ekonomis dari penanaman tersebut


PETAI
 

DARI HASIL PEMBIBITAN SWADAYA : ALPOKAT DAN NANGKA


Demikian sekilas tentang Jenis tanaman produktif dan manfaatnya. Semoga dapat bermanfaat.

Salam Lestari !!!!!

 




USAHA PELESTARIAN SUMBERDAYA ALAM di DESA SAMBONG KECAMATAN PACITAN Usaha Pelestarian Sumberdaya Alam (UPSA) adalah  merupakan salah satu mo...