Kamis, 11 Agustus 2022

 PENANAMAN  ALPOKAT

Buah alpukat menjadi salah satu komoditas yang memiliki pangsa pasar cukup luas dan banyak diminati. Bagi Sebagian orang yang ingin masuk dalam dunia agribisnis, tentu harus mencoba cara menanam alpukat dengan kapasitas lahan besar.

Selain memiliki rasa buah yang khas, alpukat juga memiliki nilai ekonomi yang cukup bagus sebagai salah satu komoditas buah-buahan terbaik. Ingin memulai berbudidaya alpukat dengan mudah dan lebih menghasilkan?

Kita harus memperhatikan kualitas teknis budidayanya, yang paling mudah adalah memaksimalkan kualitas pertumbuhannya. Beberapa faktor penting pada penanaman alpukat dalam jumlah besar antara lain:

  • Kualitas bibit alpukat
  • Kesuburan media tanam
  • Pengendalian hama dan penyakit
  • Pemupukan

Faktor-faktor diatas menjadi salah satu pertimbangan kesuksesan teknis menanam alpukat di kebun atau lahan besar. Berikut penjelasan lengkapnya:


Syarat Tumbuh Tanaman Alpukat

Hal pertama yang harus diperhatikan sebelum menanam alpukat adalah mengetahui syarat tumbuh tanaman tersebut. Dengan mengikuti syarat tumbuh tanaman alpukat, dapat dipastikan tanaman alpukat akan tumbuh dengan maksimal.

Berikut adalah syarat tumbuh tanaman alpukat:

A. Jenis dan PH tanah

Tanaman alpukat untuk dapat tumbuh optimal memerlukan tanah yang gembur, tidak mudah tergenang air, subur, dan banyak megandung bahan organik.

Jenis tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat adalah jenis tanah lempung berpasir (sandy loam), lempung liat (clay loam), dan lempung endapan (alluvial loam). Keasaman (pH) tanah berkisar 5,6 – 6,4. Bila pH di bawah 5,5 maka tanaman akan menderita keracunan karena unsur Al, Mg, dan Fe larut dalam jumlah cukup banyak.

B. Ketinggian Lokasi Budidaya

Pada umumnya tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, yaitu 5 – 1500 mdpl.

Tanaman ini akan tumbuh subur dengan hasil yang memuaskan pada ketinggian 200 – 1000 mdpl. Untuk tanaman alpukat ras Meksiko dan Guatemala lebih cocok ditanam pada ketinggian 1000 – 2000 mdpl, sedangkan ras Hindia Barat pada ketinggian 5 – 1000 mdpl.

C. Iklim atau Suhu

Suhu optimal untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara 12,8 – 28,3 oC. Mengingat tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai tinggi, tanaman alpukat dapat mentolerir suhu udara antara 15 – 30 oC.

Kebutuhan cahaya matahari untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara 40 – 80%. Angin diperlukan tanaman alpukat untuk penyerbukan. Namun demikian angin dengan kecepatan 63, – 73,6 km/jam dapat mematahkan ranting dan percabangan tanaman alpukat yang tergolong lunak, rapuh, dan mudah patah.

D. Jarak Tanam Alpukat

Pada lahan yang telah disiapkan, dibuat lubang tanam dengan ukuran 75x75x75 cm tergantung dari tujuan penanaman, kondisi tanah, dan varietas yang akan ditanam. Untuk tanah yang keras dan kurang subur, ukuran lubang tanam dapat diperbesar lagi. Jarak tanam alpukat yang dianjurkan adalah 9×12 m. Lubang tanam untuk alpukat sebaiknya dipersiapkan 1 – 2 bulan sebelum tanam.

Cara Menanam Alpukat Dari Biji

1. Persiapan Biji atau Benih Alpukat

Varietas unggul yang sering digunakan adalah alpukat varietas Ijo Panjang, Ijo Bundar, Merah Panjang, Merah Bundar, Mega Gegauan, Mega Paninggahan, dan Mega Murapi.



Pemilihan benih alpukat yang akan digunakan harus jelas asal-usulnya agar produksi dan kualitas buah yang dihasilkan bisa maksimal. Berikut tahapannya:

  1. Benih yang akan digunakan untuk bibit batang bawah sebaiknya diambil dari buah yang sudah cukup tua dan masak pohon.
  2. Benih alpukat dipilih yang bernas, padat, dan tidak keriput. Benih dipilih yang berukuran besar (65 – 68 g).
  3. Sebelum benih alpukat ditanam, lakukan proses perendaman benih alpukat terlebih dahulu dengan Pupuk organik cair  spesialis buh buahan sebanyak 30 ml dicampur dengan 1 liter air hangat dan direndam selama 4-5 jam.
  4. Kemudian ditiriskan dan diperas dengan kain basah atau kertas koran. Setelah 2-3 hari benih alpukat akan mulai berkecambah dan siap dipindah pada media semai.

Fungsi Pupuk organik cair  spesialis buah buahan pada proses perendaman adalah untuk mempercepat perkecambahan benih dan menghilangkan penyakit tular benih.

2. Penyemaian Benih Alpukat

Langkah selanjutnya dalam budidaya alpukat yaitu melakukan penyemaian benih alpukat. Penyemaian benih alpukat harus dilakukan di tempat yang aman terhadap gangguan hewan maupun manusia, dekat dengan sumber air, dan letaknya strategis agar mudah pengelolaannya.

Selain itu harus memiliki naungan untuk melindungi bibit dari teriknya sinar matahari langsung dan derasnya air hujan.

A.Bahan Penyemaian Benih Alpukat

Bahan yang harus dipersiapkan sebelum proses penyemaian benih alpukat adalah:

  • Polybag ukuran 15 x 21 cm
  • Campuran tanah + pupuk kandang + pasir/sekam (2:1:1) 

B. Cara Penyemaian Benih Alpukat

Penyemaian benih dalam polybag dilakukan sebagai berikut, yaitu:

  • Bagian pangkal benih yang agak rata diletakkan di sebelah bawah dan bagian ujung benih yang runcing dan telah dipotong 1/3 bagian ujungnya menghadap ke atas.
  • Selanjutnya, benih ini ditempatkan di bawah naungan. Kurang lebih 3 minggu setelah tanam, benih akan mulai berkecambah dan membentuk anak semai.





3. Pengolahan Lahan Tanam Alpukat

Sambil menunggu benih alpukat tumbuh menjadi bibit, kita bisa menyiapkan lahan tanam untuk budidaya alpukat. Tanaman alpukat membutuhkan lahan tanah yang gembur.

  1. Agar tanah gembur, maka lakukanlah proses pengolahan lahan dengan traktor/bajak. Selanjutnya yaitu dengan membuat bedengan dan taburkan pupuk kandang/bokashi/kompos sebanyak 10-20 ton per ha.
  2. Pupuk kandang ini berguna untuk meningkatkan kesuburan tanah pada lahan yang akan ditanami alpukat. Apabila pH tanah rendah/asam, maka taburkan dolomite/kapur pertanian untuk meningkatkan pH tanah hingga menjadi pH 6 – 7.

4. Langkah-Langkah Pembuatan Lubang Tanam Alpukat

Tanah yang akan digali untuk lubang tanam harus dibersihkan terlebih dahulu dari rumput, batu-batuan dan sampah yang tidak perlu. Langkah-langkah untuk membuat lubang tanam adalah sebagai berikut:


  1. Gali tanah, tanah bagian atas dipisahkan dari tanah bagian bawah. Tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang yang “matang” atau kompos sebanyak 20 kg per lubang.
  2. Lubang tanam dibiarkan terbuka selama 14 hari sehingga tanah dan lubang galian terkena panas matahari. Jika memungkinkan sebaiknya lubang tanam disemprot dengan fungisida untuk menghindari adanya mikroba yang menyerang perakaran.
  3. Untuk mengatasi kendala tanah asam, maka pada tanah galian dicampur dengan dolomite atau kapur pertanian sebanyak 0,5 – 1 kg per lubang tanam.
  4. Kira-kira 1 minggu sebelum tanam, setiap lubang tanam ditambahkan pupuk NPK (15-15-15) sebanyak 100 g.

5. Cara Menanam Biji Alpukat

Berikut ini langkah-langkah cara menanam alpukat yang efektif

 yaitu :

  1. Bibit dikeluarkan dari polybag dengan cara dirobek dengan pisau. Pekerjaan ini harus dilakukan dengan hati-hati agar akar tidak rusak.
  2. Bibit ditanam sebatas pangkal batang/leher batang. Usahakan perakaran bibit tidak menggerombol pada satu sisi, diatur agar akar dapat menyebar ke semua arah. Posisi bibit diarahkan tegak lurus agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
  3. Tanah galian dimasukkan ke dalam lubang tanam dan tanah disekitarnya dipadatkan sehingga bibit berdiri kokoh. Selanjutnya bibit disiram agar bibir segera tumbuh. Setiap bibit yang sudah ditanam sebaiknya diberi ajir dan naungan untuk menghindari sinar matahari secara langsung, terpaan angin, maupun siraman hujan.

6. Cara Pemupukan Alpukat

  1. Agar pertumbuhan alpukat dapat optimal, maka lakukan proses pemupukan pada tanaman alpukat setiap 1 minggu sekali dengan pupuk NPK dan KNO3.
  2. Selain itu semprotkan pupuk yang disemprotkan di daun yaitu dengan Pupuk Organik Cair Spesialis buah buahan  setiap 1 minggu sekali

7. Cara Perawatan Tanaman Alpukat

Berikut adalah cara pemeliharaan dalam budidaya alpukat :

A. Penyulaman

Bibit yang baru ditanam atau yang telah berumur beberapa minggu kemudian mati atau pertumbuhannya kurang baik, sebaiknya segera diganti (disulam) dengan bibit yang baru yang lebih baik agar dapat segera tumbuh dan dapat menyamai pertumbuhan dengan bibit yang telah ditanam sebelumnya.

B. Pemberantasan Gulma

Penyiangan gulma harus dilakukan secara hati-hati agar tidak sampai merusak perakaran tanaman alpukat, karena perakaran alpukat cukup peka terhadap gangguan mekanis. Frekuensi penyiangan tergantung pada banyaknya gulma yang tumbuh di sekeliling tanaman. Pengendalian gulma juga bisa dilakukan menggunakan herbisida selektif.

C. Pengairan

Penyiraman terutama dilakukan pada tanaman muda, karena sistem perakarannya belum cukup mampu menyerap air yang lebih dalam. Penyiraman perlu dilakukan dalam jumlah cukup dan teratur tetapi tidak berlebihan, karena dapat mengakibatkan kematian tanaman.

D. Pemangkasan

Pemangkasan hanya dilakukan pada cabang-cabang yang tumbuh terlalu rapat atau ranting-ranting yang mati atau cabang lain yang tidak dikehendaki. Pemangkasan dilakukan secara hati-hati agar luka bekas pemangkasan terhindar dari infeksi penyakit. Pertahankan tinggi tanaman alpukat 4-5 meter dari permukaan tanah dan letak cabang terendah dengan jarak 1 – 1,5 m dari permukaan tanah.

E. Pengendalian Hama Dan Penyakit Pada Alpukat

Selalu lakukan proses pengamatan pada tanaman alpukat untuk mengetahui serangan hama dan penyakit dari awal. Jika serangan hama berada diatas ambang batas ekonomi kendalikan dengan insektisida dan jika ada serangan penyakit kendalikan dengan fungisida ataupun bakterisida.

Tahap Panen Alpukat


  • Pada umumnya buah dapat dipetik setelah berumur 6 – 7 bulan dari saat bunga mekar dan tergantung varietasnya.
  • Buah alpukat yang bagus dengan teknik menanam yang sesuai
  • Buah dipanen pada tingkat kematangan 80 – 85%. Saat dipanen buah harus dipetik/dipotong bersama sedikit tangkai buahnya (3-5 cm) untuk mencegah memar atau luka pada bagian dekat tangkai buah.

Itulah cara menanam alpukat yang baek dan benar

Jumat, 22 Juli 2022


"Air Mata Pengantin” penyedia makanan  Lebah dan Tingkatkan Produksi Madu"


Upaya peningkatan hasil madu dan lebah 
secara berkelanjutan, juga menjadi tantangan
kedepan bagi para petani.Serbuk dan saripati
yang didapat lebah dari sejumlah tanaman 
dan bunga, menjadi bagian penting untuk 
peningkatan hasil madu.Untuk mengatasi hal 
tersebut  dicoba untuk melakukan penana
man bunga jenis air mata pengantin.

Air mata pengantin (Antigonon) adalah tumbuhan memanjat (Liana) anggota suku 

Polygonacease yang berasal dari Amerika Tengah. Dengan dua atau tiga jenis anggota, 

tumbuhan ini adalah penghias taman yang populer. Air mata pengantin merupakan tanaman 

yang paling disukai lebah, dan mengandung sari pati madu yang hidup sepanjang tahun, tanpa 

dipengauhi oleh musim penghujan dan panas.

memasuki 1,5 tahun maka tanaman akan hidup sepanjang masa dan berbunga terus menerus.

Salah satu vegetasi yang dominan yang kembangnya paling disukai oleh lebah yang berburu nektar (cairan 

kembang yang dihisap oleh lebah untuk dijadikan madu),”

Bunga AMP, tak mengenal musim. Selalu berkembang tiap saat, baik saat musim kemarau maupun pada musim 

hujan seperti sekarang ini. Beda dengan kembang tanaman buah-buahan yang berbunga bergantung musim.

Bunga air mata pengantin, tidak sulit tumbuh, cepat suburnya dan yang penting berbunga se

panjang hari. Tempat lebah-lebah berburu nectar

  • 1.       Ada Alam yaitu ada lebah ada madu
  • 2.       Ada Amal yaitu ada madu ada lebah
  • 3.       Ada Madu yaitu melestarikan alam
  • Diharapkan generasi muda dapat melestarikan alam, hutan dan menghasilkan 
  • pakanlebah

Bunga Air mata pengantin memiliki nama lain yaitu coral vine juga disebut chain of love 

dan Mexican creeper (Antigonon). Tanaman Antigonon leptopus berasal dari Meksiko dan 

umumnya ditemukan di Asia, Afrika, Karibia dan Amerika. Daun tanaman Air Mata Pengantin 

berbentuk hati, dan terkadang berbentuk segitiga dengan dimensi panjang 2,5 hingga 7,5 cm.

Bunga ini termasuk kelompok tumbuhan memanjat (liana) anggota famili Polygonaceae dan 

diintroduksi dari Amerika Tengah melalui kolonialisme Belanda. Setelah sempat populer pada 

tahun 80-an bunga air mata pengantin kembali naik daun menjadi tanaman penghias 

taman dan pekarangan.

Jenis bunga ini mempunyai dua warna yaitu merah muda dan putih. Karena bunga ini 

dapat tumbuh merambat maka paling cocok digunakan untuk dirambatkan ke anyaman 

besi pada pergola, pagar sebagai peneduh di halaman rumah. Tumbuhan ini dapat tumbuh 

dengan cepat tumbuh dan menjadi gulma apabila dibiarkan tidak terawat.

Jenis bunga air mata pengantin yang lazim dibudidayakan di Indonesia antara lain jenis 

Antigonon S.Watson atau umum disebut love chain, kemudian jenis Antigonon leptopus 

Hook & Arn, serta Antigonon guatimalense Meisn. Di Indonesia lebih banyak dijumpai jenis 

Antigonon leptopus, dikarenakan spesis ini memiliki bunga dan daun yang indah sehingga 

menarik untuk dijadikan hiasan. Bunga air mata pengantin mudah ditanam di

segala medan sebagaimana cara menanam bunga krokot atau cara menanam bunga melati.

Bunga Air Mata Pengantin memiliki bunga yang mengandung nektar dan juga bee 

pollen sehingga  disukai oleh serangga penyerbuk (polinator) seperti kumbang, kupu-kupu, 

lebah, dan semut. Dapat diperbanyak dengan menggunakan metode merunduk, stek batang, 

dan biji, dan kebanyakan diperbanyak dengan cara stek. Cara menanam bunga Air Mata 

Pengantin ini memang mudah seperti cara menanam bunga sedap malam ataupun cara mena

nam bunga aster.

Bunga Air Mata Pengantin memiliki nama lain yaitu coral vine juga disebut chain of love 

dan Mexican creeper (Antigonon). Tanaman Antigonon leptopus berasal dari Meksiko 

dan umumnya ditemukan di Asia, Afrika, Karibia dan Amerika. Daun tanaman Air Mata 

Pengantin berbentuk hati, dan terkadang berbentuk segitiga dengan dimensi panjang 2,5 

hingga 7,5 cm.

Bunga ini termasuk kelompok tumbuhan memanjat (liana) anggota famili Polygonaceae dan 

diintroduksi dari Amerika Tengah melalui kolonialisme Belanda. Setelah sempat populer pada 

tahun 80-an bunga air mata pengantin kembali naik daun menjadi tanaman penghias 

taman dan pekarangan.

Jenis bunga ini mempunyai dua warna yaitu merah muda dan putih. Karena bunga ini da

pat tumbuh merambat maka paling cocok digunakan untuk dirambatkan ke anyaman besi pa

da pergola, pagar sebagai peneduh di halaman rumah. Tumbuhan ini dapat tumbuh dengan 

cepat tumbuh dan menjadi gulma apabila dibiarkan tidak terawat.

Jenis bunga air mata pengantin yang lazim dibudidayakan di Indonesia antara lain jenis 

Antigonon S.Watson atau umum disebut love chain, kemudian jenis Antigonon leptopus 

Hook & Arn, serta Antigonon guatimalense Meisn. Di Indonesia lebih banyak dijumpai jenis 

Antigonon leptopus, dikarenakan spesis ini memiliki bunga dan daun yang indah sehingga me

narik untuk dijadikan hiasan. Bunga air mata pengantin mudah ditanam dise

gala medan sebagaimana cara menanam bunga krokot atau cara menanam bunga melati.

Bunga Air Mata Pengantin memiliki bunga yang mengandung nektar dan juga beepollen 

sehingga  disukai oleh serangga penyerbuk (polinator) seperti kumbang, kupu-kupu, lebah, 

dan semut. Dapat diperbanyak dengan menggunakan metode merunduk, stek batang, 

dan biji, dan kebanyakan diperbanyak dengan cara stek. Cara menanam bunga Air Mata 

Pengantin ini memang mudah seperti cara menanam bunga sedap malam ataupun cara 

menanam bunga aster.

1. Memilih benih

Ada beragam jenis bunga air mata pengantin yang lazim dibudidayakan di Indonesia. 

Anda dapat memilih love chainAntigonon leptopus Hook & Arn, serta Antigonon 

guatimalense Meisn. Ada yang memiliki warna bunga merah muda ataupun putih dengan

bunga dan daun yang indah sehingga menarik untuk ditanam.

2. Persiapan Lahan Tanaman Bunga Air Mata Pengantin

Untuk menanam Bunga Air Mata Pengantin, gunakanlah tanah yang memiliki beberapa sifat 

berikut ini :

  • Memiliki tanah yang gembur
  • Dekat dengan sumber air agar mudah disiram sehingga tidak kekeringan
  • Mengandung cukup unsur nutrisi untuk menunjang pertumbuhannya
  • Memiliki pH tanah mendekati netral (antara 6,5 – 7,5)

Setelah anda selesai dalam persiapan lahan, lanjut ke tahap selanjutnya yaitu menggemburkan 

tanahnya.

3. Penggemburan Tanah

Tanah sebagai media tanam Bunga Air Mata Pengantin harus gembur dan memiliki cukup 

kandungan unsur hara. Jika tanah yang akan ditanami Bunga Air Mata Pengantin masih 

belum gembur maka kita harus merubah struktur tanah menggunakan cangkul untuk meng

gemburkan tanahnya terlebih dahulu. Sehingga akar Bunga Air Mata Pengantin dapat 

dengan mudah mencari nutrisi.

4. Pemupukan Dasar Tanaman Bunga Air Mata Pengantin


Pemupukan dasar ini perlu dilakukan selain untuk menambah 
unsur hara juga untuk memper
baiki struktur tanah. Untuk pemupukan dapat menggunakan pupuk organik seperti pupuk kan
dang, pupuk kompos ataupun butiran organik. Pilihan terbaik untuk pemupukan dasar adalah 
pupuk kompos karena selain membantu kegemburan tanah, pupuk kompos memiliki unsur 
Nitrogen terbanyak dan unsur hara lain yang lebih lengkap dan ramah terhadap tanah dan 
tanaman. Cara melakukan pemupukan dasar adalah sebagai berikut :

  • Buat lubang tanam agak dalam sekitar 50 cm.
  • Isi lubang tanam tersebut menggunakan pupuk hingga 
  • terisi setengah penuh
  • Tutup lubang tanam tersebut
  • Sirami agar komposnya cepat terurai

Apabila ada sisa lahan di sela-sela tanaman anda dapat mem

buat lubang biopori agar nutrisi selalu tersedia dan ta

nah memiliki cadangan air yang selalu 

ada hingga musim kemarau. Caranya adalah sebagai berikut:

  • Buat lubang tanam agak dalam sekitar 100 cm dengan diameter 30 cm.
  • Isi lubang tersebut dengan sampah organik hingga penuh
  • Pengisian lubang dapat dilakukan bertahap dengan menggunakan sampah dapur 
  • ataupun dedaunan yang jatuh di pekarangan anda
  • Sampah organik yang terurai akan menjadi kompos yang dapat menjadi nutrisi tanaman, 
  • serta menjaga struktur tanah agar mudah menyerap air dan mampu menyimpan cadangan 
  • air.
  • Anda dapat mengambil kompos tersebut untuk digunakan di tempat lain atau membiar
  • kannya menjadi nutrisi dan memperbaiki struktur tanah di lubang tersebut saja.
  • Anda dapat membangun parit disekitar lahan sebagai wadah penampung air hujan.

5. Penanaman Bunga Air Mata Pengantin

Untuk menanam Bunga Air Mata Pengantin pada lahan yang sudah disiapkan, langkah selanjut

nya dalam proses menanamnya adalah sebagai berikut :

  • Lubangi tanah yang akan ditanami Bunga Air Mata Pengantin yang sudah diolah sebelum
  • nya.
  • Lapisi dasar lubang dengan pasir agar dapat menambah porositas
  • Tambahkan pupuk tambahan selain pupuk dasar, anda dapat memberi pupuk yang khusus 
  • untuk merangsang tumbuhnya bunga.

Terdapat dua cara untuk menanam Bunga Air Mata Pengantin, yaitu menggunakan metode 

setek dan menggunakan biji. Cara menanam Bunga Air Mata Pengantin melalui metode 

setek adalah sebagai berikut ini:

  • Potong secara melintang batang utama yang sudah tua. potong lebih dekat pada pangkal 
  • daun bagian atas.
  • Petik atau kurangi jumlah daun untuk mengurangi penguapan.
  • Kemudian tancapkan batang Bunga Air Mata Pengantin ke dalam tanah yang sudah 
  • anda siapkan tadi.
  • Berikan naungan selama tiga minggu atau hingga cukup kuat terhadap paparan sinar 
  • matahari langsung.
  • Sirami bakal Bunga Air Mata Pengantin sehari 2 kali sehari.
  • Setelah cukup kuat Bunga Air Mata Pengantin tidak perlu dinaungi lagi dan jaga tanah 
  • tetap lembab.

Namun apabila anda lebih memilih menanam Bunga Air Mata Pengantin menggunakan 

bijinya, maka Anda dapat mengikuti langkah berikut ini:

  • Biji Bunga Air Mata Pengantin direndam di air bersih selama 6 jam
  • Kemudian tanam biji Bunga Air Mata Pengantin pada media semai atau polybag sedalam 
  • 1 cm dan pastikan terhindar dari semut.
  • Letakkan di tempat teduh dan jaga media tanam supaya tetap lembab agar proses semai 
  • dapat berjalan dengan lebih cepat dan biji Bunga Air Mata Pengantin tidak membusuk.

6. Penyiangan Lahan

Lahan  yang ditanami bunga perlu untuk disiangi secara berkala. Anda bisa melakukan 

penyiangan sebulan sekali saja untuk mencegah tumbuhnya gulma terlalu lebat yang 

dapat mencuri nutrisi tanah dan menghalangi masuknya cahaya matahari ke dasar tanah.

7. Perawatan Masa Berbunga

Jika tanaman sudah tumbuh tinggi maka sebentar lagi akan mengeluarkan bunga. potong 

atau pangkas tanaman agar membentuk pola yang diinginkan. Pastikan untuk tetap 

memangkas tanaman, jika tidak dirawat maka tanaman ini akan cepat berkembang menjadi 

gulma.

Jika bunga sudah muncul maka usahakan agar selalu rutin menyemprotkan air ke arah bunga 

agar bunga tampak  segar. Bunga Air Mata Pengantin akan membentuk umbi dibawah 

tanah dengan batang bagian bawah yang besar. Lakukan penyiraman rutin, dan jaga kelem

baban tanah untuk mencegah umbi tidak membusuk. Paling sering umbi terkena jamur karena 

tanah yang terlalu basah dan lembab.

Beberapa fakta dari tanaman air mata pengantin

Dapat menjaga keseimbangan antara hama dan predator

Tanaman air mata pengantin mampu menjaga keseimbangan hama dan predator. Air mata 

pengantin akan mengendalikan hama dan predator tanpa menggunakan bahan kimia atau 

pestisida.

Untuk itu, tanaman ini banyak diincar oleh masyarakat untuk mengusir hama pada tanaman di 

sekitarnya.

Sebagai obat diabetes

Selain bisa mengusir hama dan predator, tanaman air mata pengantin ini dapat dijadikan 

obat herbal. Tanaman ini dipercaya mampu mengatasi diabetes dan menjaga fungsi hati lho.

Cara membuat ramuan air mata pengantin dengan cara dijadikan minuman segar. 

Selain itu, bisa dicampurkan dengan air saja. Jadi, untuk yang mempunyai riwayat 

diabetes bisa menanam dan meminum ramuan air mata pengantin ini.

Dapat tumbuh dihabitat manapun

Tanaman air mata pengantin mampu tumbuh dalam habitat apapun. Seperti di tebing ataupun 

tepi pantai. Selain itu, tanaman ini juga bisa tumbuh pada daratan tinggi ataupun rendah.

Bisa menanam air mata pengantin dalam keadaan iklim apapun. Untuk daerah rumah 

yang panas ataupun dingin juga dapat tumbuh.

Itulah salah satu keunikan tanaman air mata pengantin yang mampu tumbuh tanpa memikir

kan daerah dan iklimnya.

Bisa ditanam secara benih, stek batang, dan cangkok

Tanaman air mata pengantin ini mampu hidup di iklim dan daratan manapun. Ternyata tana

man air mata pengantin juga mampu ditanam dengan cara menggunakan bibit atau biji, stek 

batang, dan cangkok



USAHA PELESTARIAN SUMBERDAYA ALAM di DESA SAMBONG KECAMATAN PACITAN Usaha Pelestarian Sumberdaya Alam (UPSA) adalah  merupakan salah satu mo...